kumparan
22 Feb 2019 7:37 WIB

Penjelasan Hashim soal Lahan Prabowo di Aceh dan Kaltim

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Foto: ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Kepemilikan ratusan ribu hektare lahan oleh Prabowo di Aceh dan Kalimantan Timur masih menjadi polemikmasyarakat luas. Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo memberikan penjelasan ihwal lahan tersebut.
ADVERTISEMENT
Hashim mengatakan bahwa lahan yang dikelola Prabowo di Aceh dan Kalimantan Timur merupakan aset yang diperoleh dari lelang Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada 2004.
"Saya tahu persis bagaimana prosesnya, lahan yang disebut Jokowi itu adalah bagian dari aset-aset yang Prabowo selamatkan pada tahun 2004 dalam rangka lelang aset-aset BPPN," kata adik Prabowo ini di Jakarta, Rabu (20/2).
Hashim menegaskan lahan itu bukan milik Prabowo pribadi, melainkan aset perusahaan dengan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) yang terdiri atas hutan tanaman industri dan hak pengusahaan hutan.
Hashim Djojohadikusumo Foto: Helmi Afandi/kumparan
Menurutnya, semua lahan itu milik negara dan diberikan kepada pengusaha-pengusaha untuk dikelola dengan rentang waktu yang berbeda-beda, ada yang 30 tahun, 35 tahun, dan bisa lebih lama lagi."Prabowo yang menyelamatkan dari kebangkrutan pada tahun 2004 dan lahan itu semua bukan milik pribadi Prabowo," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Kehebohan soal kepemilikan lahan Prabowo seluas 220.000 hektare lahan di Kalimantan Timur dan di Aceh Tengah seluas 120.000 hektare ini dimulai karena pernyataan Jokowi dalam Debat Capres putaran kedua, Minggu (17/2) kemarin.
Pernyataan Jokowi itu disampaikan saat Prabowo mengkritik kebijakan pembagian sertifikat tanah yang dianggapnya populis namun tidak mengabaikan nasib generasi masa depan.
Ketum Gerindra tersebut kemudian membenarkan soal penguasaan ratusan ribu hektare lahan tersebut dan menegaskan bahwa itu adalah HGU milik negara.
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade Foto: Instragam @andre_roside
Beberapa waktu lalu, juru bicara pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade sempat mengungkapkan bahwa Prabowo pernah memiliki perusahaan bernama PT Kiani Kertas. Saat itu, Prabowo membantu pemerintah mengambil alih Kiani Kertas agar tidak diambil swasta.
Lalu, Prabowo juga melunasi utang Kiani Kertas ketika ia membeli perusahaan itu dari pengusaha Bob Hasan untuk menyelamatkan perusahaan agar tidak jatuh ke tangan asing. Untuk mengembangkan perusahaan, Prabowo mencoba mengajukan kredit di salah satu bank di Indonesia. Namun rupanya usaha tersebut tak berhasil.
ADVERTISEMENT
Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk mendapatkan berita terkini dan terlengkap.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan