Pencarian populer
16 Januari 2018 19:52 WIB
0
0
Penyerahan Donasi untuk Izhak, Eks Mahasiswa ITB
Penyerahan donasi untuk Izhak alumni ITB (Foto: Dok. Dian Yuuka)
Masih ingat Muhammad Izhak (22) yang harus meninggalkan bangku kuliah di ITB demi fokus merawat keluarga?
Izhak adalah anak sulung dari 10 bersaudara asal kampung Tabone, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kedua orang tua mereka meninggal dunia karena sakit sehingga Izhak harus menjadi tulang punggung keluarga. Dia meninggalkan pendidikan di Jurusan Teknik Kimia ITB dan memilih merawat adik-adiknya.
Warga Polewali Mandar, Dian Yuuka, kemudian menginisiasi penggalangan dana untuk Izhak dan adik-adiknya melalui kitabisa.com. Dibuka selama sebulan, aksi penggalangan dana ini mencapai Rp 45.505.283 dari target Rp 50 juta.
Setelah dipotong biaya administrasi kitabisa.com, jumlah donasi yang diserahkan ke Izhak sebesar Rp 44.603.443. Dian menyerahkan langsung donasi tersebut kepada Izhak.
Penyerahan donasi untuk Izhak alumni ITB (Foto: Dok. Dian Yuuka)
Butuh perjuangan untuk mencapai rumah Izhak. Dian harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Polewali Mandar dan berpindah-pindah angkutan umum. Dia juga menumpang motor kawannya di tengah jalan.
"Saya janjian sama teman di jalan karena tidak ada angkutan umum sampai ke rumah Izhak," katanya kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (11/1).
Setibanya di rumah Izhak, dia langsung menyerahkan donasi tersebut. Uang yang berasal dari donasi offline diserahkan secara tunai sebesar Rp 2.320.000, sedangkan sisanya dikirim ke rekening Izhak.
"Seluruh uang donasi sudah diserahkan, pencairannya maksimal 4 hari," kata Dian.
Penyerahan donasi untuk Izhak alumni ITB (Foto: Dok. Dian Yuuka)
Diwawancara terpisah, Izhak mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan uang untuk dia dan adik-adiknya. Izhak akan menggunakan uang tersebut untuk membuat kandang kambing dan memperbaiki rumah panggung warisan orang tuanya.
"Nanti saya mau buat kandang, karena kambingnya sekarang sudah bertambah. Alhamdulillah ada 20 ekor," kata Izhak.
Menurut Izhak, kambing-kambing tersebut merupakan sumbangan dari donatur. Dari 20 ekor, 14 ekor merupakan anakan sedangkan 6 ekor adalah kambing dewasa.
Dia juga meminta bantuan temannya untuk merawat sebagian kambing tersebut. Jika sudah dewasa, kambing itu akan dijual dan hasilnya dibagi dua.
"Saya juga membuka peluang kalau ada tetangga yang mau kerja sama, silakan. Nanti dibagi 2 hasilnya," tuturnya.
Izhak menegaskan, saat ini dia akan fokus mengelola kambing-kambing itu dan merawat adiknya. Baginya, kesehatan dan pendidikan adik-adiknya adalah yang utama. Sementara pendidikan untuk dirinya sendiri, akan dia pikirkan belakangan.
"Sekarang kami fokus mengelola ini (ternak kambing) dulu," tuturnya.
"Terima kasih banyak kepada seluruh donatur atas bantuannya," kata Izhak mengakhiri perbincangan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: