kumparan
21 Jun 2019 20:21 WIB

Penyerahan Donasi untuk Keluarga Korban Tewas Terguling dari Becak

Donasi untuk Yamin (16), anak dari korban becak Rasilu. Foto: Dok. ACT
Masih ingat dengan Rasilu, tukang becak asal Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang dipenjara karena kecelakaan tunggal di Ambon? Rasilu divonis 1,5 tahun penjara karena becak yang dikemudikannya terguling dan salah satu penumpang, Maryam, meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Peristiwa itu terjadi pada September 2018 dan Rasilu divonis bersalah oleh majelis hakim PN Ambon pada Februari 2019.
Banyak pihak yang terketuk hatinya untuk membantu Rasilu hingga donasi yang diinisiasi kumparan melalui Kitabisa untuk bapak 5 anak ini mencapai Rp 771 juta. Rasilu sudah berdamai dengan keluarga korban.
Namun Rasilu tak sampai hati mengetahui anak tunggal korban, Yamin (16), yang kini yatim piatu, karena sang ayah juga telah lama tiada. Yamin saat ini tinggal bersama paman dan bibinya, Jufri dan Ramiyati, di Ambon.
Donasi untuk Yamin (16), anak dari korban becak Rasilu. Foto: Dok. ACT
Akhirnya sebagian donasi yang diterima Rasilu dan keluarganya diserahkan ke Yamin, yakni sebesar Rp 100 juta. Uang itu diserahkan oleh perwakilan partner kumparan dan Kitabisa dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).
ADVERTISEMENT
Untuk menemui Yamin beserta paman dan bibinya, tim ACT harus menyusuri gang sempit di bilangan Jalan Sultan Babullah, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Rabu (19/6). Ketiganya begitu terharu menyambut uluran donasi tersebut.
"Ini sudah pengaturanNya, Tuhan Maha Memberi," ujar Jufri dengan mata berkaca-kaca.
Senada dengan suaminya, Ramiyati juga tak dapat membendung air matanya. Yamin, meski hanya diam, raut wajahnya tetap tak bisa menyembunyikan keharuan yang sama.
"Tahun ini Yamin akan lanjut sekolah (perguruan tinggi), kemarin sudah mendaftar, ambil jurusan teknik," tutur Jufri.
"Terima kasih sudah jauh-jauh datang kemari, sekali lagi terima kasih," imbuh Ramiyati seraya mengusap sudut mata dengan ujung kerudungnya.
Setelah beramah tamah dengan Yamin dan keluarga pamannya, tim ACT pamit. Hari berikutnya, tim ACT mengunjungi keluarga Rasilu di Buton, Baubau, dengan tujuan yang sama, menyampaikan bantuan dari para donatur.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan