kumparan
26 Apr 2019 6:50 WIB

Perang Komentar Hanum Rais dan Tsamara Amany

Kutua DPP PSI, Tsamara Amany. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Hasil hitung suara sementara Pileg DPR per Rabu, 25 April 2019 menunjukkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih berada di angka 1,85 persen. Sementara hasil hitung cepat (cuick count) sejumlah lembaga survei, LSI Denny JA misalnya, menampilkan suara PSI, baru sebesar dua persen.
ADVERTISEMENT
Jika penghitungan tetap seperti ini hingga pengumuman 22 Mei mendatang, harapan PSI untuk melenggang ke Senayan harus tertunda. Pasalnya, parpol harus bisa memenuhi ambang batas empat persen untuk masuk DPR RI.
Hanum Salsabiela Rais. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ketua Umum PSI Grace Natalie memastikan angka ini tak akan menyurutkan perjuangan PSI. Grace bahkan bangga lantaran di usia partai yang masih sangat belia, PSI bisa mengumpulkan tiga juta suara.
Berikut berita selengkapnya:
Sementara itu, politikus PAN yang juga putri Amien Rais, Hanum Rais, lalu membalas berita itu di akun Twitternya. Hanum menyindir PSI sebagai partai 'nasakom'.
“Partai NasaKom. Bukan Nasional Komunis lho. Tapi Partai Nasib Satu Koma,” kicau Hanum.
Dari sinilah muasal perang komentar Hanum dengan Ketua DPP PSI Tsamara Amany. Melalui media Twitter pula, Tsamara langsung merespons pernyataan Hanum.
ADVERTISEMENT
"Mbak boleh hina kami apa pun. Tapi satu hal penting: kami akan selalu jaga kepercayaan 3 juta rakyat Indonesia dengan terus memegang idealisme kami. Tidak akan pernah kami melakukan pembodohan publik dengan kebohongan. Lebih baik kalah dengan integritas dibanding berbohong. Itu sikap," tutur Tsamara menjawab cuitan Hanum di akun Twitternya.
Kepada kumparan, Hanum menegaskan pernyataan di Twitternya hanya kelakar belaka. Sebab, kata Hanum, hal serupa juga pernah dialami PAN. Hanum pun meminta Tsamara dan jajaran PSI lainnya tak tersinggung.
“Pertama, jadi politikus tidak boleh baperan (terbawa perasaan). Dulu waktu PAN, apa mungkin suaranya tidak menggembirakan? Juga banyak yang istilahnya bercanda dengan Partai Artis Nasional, dulu pernah,” kata Hanum, Kamis (25/4).
ADVERTISEMENT
Bahkan tak hanya PAN, kata Hanum, dirinya juga pernah menjadi bahan perundungan ketika menjadi korban kebohongan Ratna Sarumpaet.
Hanum Salsabiela Rais. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
“Jadi politikus itu harus jembar segarane jebar atine (sabar) yang pertama. Saya itu pernah kejadian kasus inilah, kasus itu, yang mungkin saya pernah jadi korban kebohongan. Tapi satu hal, saya itu menjunjung tinggi apa yang namanya integritas dalam action. Apa yang sudah saya lakukan harus dipertanggungjawabkan. Saya dalam hal ini juga sudah minta maaf (di kasus Ratna), artinya tidak bilang akun saya ini diretas, lho,” katanya.
Begitu pula dengan cuitannya ke PSI. Hanum memastikan ia bertanggung jawab penuh atas apa yang dia tulis di media sosial.
“Saya katakan dengan tegas bahwa saya sedang dalam kapasitas bercanda, begitu saja. Saya teringat dulu teman (kuliah) pernah ada dapat IP (Indeks Prestasi), dulu kan mahasiwa-mahasiswi zaman tahun 90-an. IP-mu piro (berapa)? Ah IP nasakom, IP satu koma,” ucapnya.
ADVERTISEMENT

Justru ini memperlihatkan semangat yang enggak ketegangan politik, mengurangi ketegangan politik. Bukan menaikkan suhu politik, tapi menurunkan suhu dengan bercanda. Masa gitu saja udah cengeng, nangis.

“PSI ini kan partainya anak-anak muda. Anak muda itu mesti harus fun, jangan terus apa-apa, gitu saja sudah ngomel-ngomel. Ya, sudah, ganti saja dibercandain Partai Amanat Nasional,” tutup Hanum.
Tsamara tak terima jajarannya disebut pemuda baper. Dia menegaskan PSI justru adalah partai pertama yang menyatakan kalah setelah melihat hasil quick count.
Kutua DPP PSI, Tsamara Amany. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Saya tidak baper, kok. Kami di PSI bukan anak muda baper. Justru kami anak muda legowo. Kami berani mengakui dan menerima kekalahan," ucap Tsamara kepada kumparan, Kamis (25/4).
Namun, Tsamara menyayangkan cuitan putri Amien Rais itu yang seolah merendahkan pencapaian PSI. Tsamara juga menganggap Hanum kurang tertarik dengan debat-debat substantif, termasuk soal Ratna Sarumpaet yang ia nilai selalu dihindari Hanum.
Dara Nasution (kiri), Raja Juli Antoni (tengah), Tsamara Amany (kanan). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Soal apakah becandaan Mbak Hanum itu lucu atau enggak, biar publik yang menilai. Hanya saja tweet saya itu penting untuk menunjukkan bahwa saya tak pernah kecilkan angka orang yang mendukung kita," kata Tsamara.
ADVERTISEMENT

Kami memang di PSI tak malu dengan kekalahan jika kami kalah dengan kepala tegak. Lebih baik begitu. Kami enggak akan mau meraih kuasa dengan halalkan segala cara apalagi membohongi masyarakat Indonesia.

"Kami anak muda yang fun dan asik kok. Tapi juga anak muda yang selalu melek dengan ilmu pengetahuan. Dan suka dengan debat penuh substansi," kata Tsamara.
"Saya orangnya enggak pernah nyimpan dendam. Coba ini mungkin edukasi politik penting juga bagi Mbak Hanum untuk jangan pernah mengecilkan suara publik; berapa pun itu. Satu suara pun berharga," tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan