Pencarian populer

Pimpinan Koalisi hingga Relawan Akan Hadiri Pidato Kebangsaan Prabowo

Direktur Materi Debat Prabowo-Sandi Sudirman Said, (tengah) Direktur Relawan Prabowo-Sandi Ferry Mursyidan Baldan (kanan) dan Kepala Media Centre Prabowo-Sandi Ariseno Ridwan (kiri) di JCC, Jakarta Pusat, Senin (14/1) (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menggelar acara 'Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto, Indonesia Menang' di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1). Acara ini rencananya akan dihadiri Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Presiden PKS Sohibul Iman.
ADVERTISEMENT
"Secara keseluruhan kita mengundang pimpinan parpol koalisi, tokoh-tokoh nasional, pengamat politik, sosial, ekonomi. Dan juga tentu saja elemen relawan dari seluruh warna untuk ikut meramaikan menyebarluaskan pikiran," kata Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, di lokasi acara.
Kegiatan ini dianggap sebagai forum sosialisasi visi misi Prabowo-Sandi yang batal difasilitasi KPU. Akan tetapi, Sudirman Said mengatakan, karena tempat yang terbatas, maka sejumlah daerah akan mengadakan nonton bersama di posko pemenangan untuk memfasilitasi para relawan.
"Di seluruh Badan Pemenangan Daerah (BPD) juga nonton bareng di seluruh kabupaten/kota di Indonesia," kata dia.
Suasana di depan JCC jelang Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto. (Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan)
Sementara itu, Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Baldan, menuturkan relawan merupakan faktor penguat bagi Prabowo-Sandi untuk menyampaikan visi misi.
ADVERTISEMENT
"Kami dari sisi relawan menjadi bagian yang menguatkan saja semngat untuk energi relawan. Sejumlah daerah akan hadir meskipun belum menampung semua, tapi kami gembira dan bersyukur, melalui berbagai tempat juga kan menonton," kata Ferry.
Suasana di depan JCC jelang Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto. (Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan)
Kegiatan menonton bersama, kata Ferry, merupakan bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat. Sehingga, setelah menyaksikan paparan visi misi, masyarakat memiliki pertimbangan untuk menentukan pilihan dalam Pilpres 2019.
"Ini bagian dari pendidikan politik biarkan masyarakat memilih dan biarkan mereka memilih dengan cara cerdas dan kesadaran. Kemudian dalam konteks media itu memang kesempatan masyarakat memilih menjadi komparasi yang mana yang dipilih," tutur dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.84