kumparan
7 Mei 2018 13:46 WIB

PKS soal Anies Cawapres Prabowo: Harus Disetujui Majelis Syuro

Anies di Kediaman Prabowo Subianto (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
PKS kemungkinan akan mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Namun, dukungan tersebut disertai syarat bahwa cawapres yang digandeng Prabowo harus merupakan kader PKS dari 9 kandidat yang disiapkan.
ADVERTISEMENT
Di antara bursa cawapres Prabowo, nama Gubernur DKI Anies Baswedan mengemuka. Pasalnya, nama Anies hampir selalu berada di peringkat pertama kandidat terkuat cawapres Prabowo. Sejumlah politikus Gerindra pun tak menampik nama Anies turut dipertimbangkan.
Ketua Bidang Politik DPP PKS Pipin Sopian mengatakan, hingga kini tidak ada pembicaraan terkait cawapres di luar 9 nama internal yang sudah putuskan Majelis Syuro PKS. Dia mengatakan, peluang Anies Baswedan sebagai cawapres alternatif masih sebatas penjajakan yang dilakukan Gerindra.
“Dengan tegas bahwa itu adalah sikap kami dan kami tidak ada perubahan sikap lain kecuali itu secara resmi diajukan oleh Pak Prabowo kepada PKS. Tapi sampai saat ini tidak ada pembicaraan itu, saya meyakini itu masih penjajakan yang dilakukan secara personal oleh Pak Sandiaga Uno,” katanya saat dihubungi, Senin (7/5).
ADVERTISEMENT
Dia menyebut, keputusan PKS untuk mendukung Anies sebagai cawapres harus melalui persetujuan Majelis Syuro PKS. Gerindra, kata dia, tidak bisa mengajukan sosok cawapres secara sepihak tanpa persetujuan Majelis Syuro PKS.
“Iya mekanismenya itu (melalui persetujuan Majelis Syuro PKS), diajukan tidak bisa secara sepihak. Dan belum tentu PKS menyetujui itu,” tutur Pipin.
Lebih lanjut, Pipin mengungkapkan, saat ini kandidat terkuat cawapres Prabowo adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Namun, PKS tentunya akan legowo menerima keputusan Prabowo untuk memilih salah satu dari 9 nama cawapres internal PKS. Meski begitu, Pipin lebih mendukung agar Prabowo memilih Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman sebagai cawapresnya.
“Pak Presiden PKS ini memang kalau bagi saya pribadi memang lebih layak lah mendampingi Pak Prabowo ke depan. Karena beliau kontroversinya tidak banyak. Kedua beliau adalah orang Sunda, mayoritas setelah Jawa. Ketiga, ini yang penting, setiap cawapres itu membutuhkan ahli di bidang ekonomi, inilah yang dimiliki Pak Sohibul Iman. Kang Iman ini memiliki kelebihan, ahli di bidang ekonomi,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan