kumparan
12 Jan 2019 8:33 WIB

PM Kanada Justin Trudeau Terima Permintaan Suaka Gadis Saudi

PM Kanada Justin Trudeau (Foto: AFP/MARTIN OUELLET-DIOTTE)
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan pihaknya menerima permintaan suaka Rahaf Mohammed Al-Qunun, gadis berusia 18 tahun asal Saudi yang melarikan diri dari keluarganya karena mengaku disiksa secara fisik dan mental.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari AFP, saat Trudeau mengumumkan pernyataan mengejutkan itu, Al-Qunun sedang berada dalam perjalanan menuju ke Toronto, Jumat (11/1) waktu setempat. Padahal sebelumnya, para pejabat menyebut Al-Qunun akan mencari suaka ke Australia.
"Kanada dengan tegas akan menegakkan hak asasi manusia dan hak perempuan di seluruh dunia," kata Trudeau. "Ketika PBB meminta kami untuk memberikan suaka kepada Al-Qunun, kami menyetujuinya".
Seorang remaja putri asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, saat bertemu dengan petugas imigrasi di hotel Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. (Foto: Reuters)
Al-Qunun awalnya ingin mencari suaka di Australia. Namun pada Jumat, Kepala Imigrasi Thailand Surachate Hakparn mengungkapkan bahwa Al-Qunun akan mencari suaka di Kanada dan berangkat ke sana pukul 11.00 waktu setempat.
"Dia memilih Kanada. Dia mengatakan (Kanada) akan menerimanya," ujar Hakparn.
Keputusan ini dipastikan membuat hubungan antara Kanada dan Kerajaan Arab Saudi semakin tegang. Apalagi pada Agustus 2018 lalu karena kritik hak Ottawa terhadap Arab Saudi, Riyadh memulangkan duta besar Kanada dan memutuskan seluruh hubungan dagang dan investasi sebagai bentuk protes.
Seorang remaja putri asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, saat bertemu dengan petugas imigrasi di hotel Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. (Foto: Reuters)
Kanada juga memicu kemarahan Riyadh karena meminta "pembebasan segera" aktivis HAM yang saat berada di dalam penjara. Termasuk Samar Badawi, saudara perempuan dari blogger Raif Badawi, yang keluarganya tinggal di Quebec.
ADVERTISEMENT
Kasus Al-Qunun mendapat perhatian warga dunia karena pengakuan siksaan yang ia terima dari anggota keluarganya, sehingga ia memutuskan kabur dan tiba di Thailand untuk mencari suaka.
Al-Qunun sempat ditahan oleh pihak imigrasi Thailand karena tidak membawa dokumen lengkap. Lewat akun Twitternya, ia menyebut akan dibunuh jika pihak imigrasi Thailand memulangkannya ke Arab Saudi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan