kumparan
22 Mar 2019 14:13 WIB

PM Selandia Baru Dapat Ancaman Pembunuhan

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengenakan kerudung sebagai penghormatan korban penembakan Christchurch di Hagley Park di luar masjid Al-Noor, Selandia Baru, Jumat, (22/3). Foto: REUTERS / Jorge Silva
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mendapatkan ancaman pembunuhan di Twitter. Ancaman ini diduga dilayangkan setelah Ardern menyatakan dukungan penuhnya bagi masyarakat Muslim usai penembakan di masjid Christchurch.
ADVERTISEMENT
Diberitakan New Zealand Herald, Jumat (22/3), postingan yang dialamatkan ke Ardern itu berisi foto senjata api dengan tulisan "kau berikutnya". Postingan itu bertahan selama 48 jam sebelum akun pengirim ditutup oleh Twitter setelah mendapat banyak aduan.
Menurut media Selandia Baru, akun yang memposting ancaman tersebut berisikan konten-konten anti-Islam dan ujaran kebencian kelompok supremasi kulit putih.
"Polisi mengetahui adanya komentar di Twitter dan melakukan penyelidikan," ujar juru bicara polisi Selandia Baru kepada New Zealand Herald.
Ancaman ini muncul seiring pujian yang berdatangan kepada Ardern atas responsnya terhadap penembakan yang menewaskan 50 orang di Christchurch. Pelakunya adalah warga Australia, Brendon Tarrant, penganut paham supremasi kulit putih.
Ardern tegas mengecam pelaku pembunuhan, sembari merangkul komunitas Muslim. Bahkan sepekan setelah teror Christchurch, Ardern mengeluarkan larangan penjualan dan kepemilikan senapan serbu semi-otomatis.
ADVERTISEMENT
Ini bukan kali pertama Ardern mendapatkan ancaman pembunuhan. Akhir tahun lalu, Ardern mendapat ancaman serupa dari aktivis lingkungan garis keras karena kebijakan pemberantasan hama possum, cerpelai, dan musang dengan racun.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan