kumparan
5 Jun 2018 9:04 WIB

PM Telah Mundur, Warga Yordania Terus Lanjutkan Demo

Suasana Kerusuhan di Yordania. (Foto: AFP/Khalil Mazraawi)
Warga Yordania berjanji untuk terus melanjutkan protes meski Perdana Menteri Hani Mulki telah mengundurkan diri dari jabatannya. Para demonstran kali ini menuntut perombakan sistem dan pendekatan pemerintah.
ADVERTISEMENT
Protes di Yordania pecah setelah pemerintah setempat mengambil langkah penghematan. Kebijakan ini berbuntut pada kenaikan pajak dan harga barang pokok.
Salah seorang demonstran, Odai Nofal, menyebut pengunduran diri PM Mulki tak akan berguna jika pemerintah tidak mengubah pendekatannya terhadap masyarakat.
"Kami akan mengirimkan pesan kepada pemerintah," sebut Nofal seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (5/6).
"Kekuasaan harus bersama-sama masyarakat. Ini adalah sesuatu yang mesti diperhatikan ketika kalian berurusan dengan masyarakat," sambung dia.
Sementara itu, seorang demonstran lain Hussein Smadi mengatakan, pemerintah secepatnya harus memperkenalkan sistem subsidi baru terutama di bidang pangan dan pengelolaan minyak.
"Kami ingin membubarkan pemerintah dan kami minta pendekatan baru bagaimana pemerintah mengurus ekonomi dan masalah sosial," tutur dia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan