kumparan
28 Mei 2019 11:29 WIB

Polda DIY Imbau Pemudik Tak Gunakan Google Maps

Ilustrasi ikon aplikasi Google Maps di smartphone. Foto: REUTERS Dado Ruvic
Aplikasi peta digital seperti Google Maps menjadi favorit bagi pemudik. Dengan aplikasi tersebut pemudik bisa menemukan jalan terdekat ke tempat tujuan.
ADVERTISEMENT
Namun, Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Tri Julianto Djati Utomo tidak menyarankan pemudik menggunakan aplikasi Google Maps. Tujuannya adalah agar pemudik terhindar dari jalan berbahaya.
Bukan tanpa alasan Djati memberikan saran ke pemudik. Musababnya, pernah terjadi pengendara mengikuti Google Maps hendak pergi ke arah Gunungkidul. Oleh aplikasi itu, pengemudi diarahkan melewati Jalan Dlingo yang curam.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Tri Julianto Djati Utomo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
“Kalau bus nanti ada yang ke arah Dlingo emang rawan. Karena ada di Wonosari orang pakai Google Maps ternyata jalannya kecil berliku dan tanjakan itu”, kata Djati di kantornya, Selasa (28/5).
"Karena aplikasi akan mencari jalan yang pintas padahal jalan itu tidak layak dijalani oleh kendaraan atau terlalu berbahaya", ujar Djati menambahkan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sigit Sapto Raharjo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sigit Sapto Raharjo memprediksi 4 juta kendaraan pribadi akan masuk ke daerahnya selama arus mudik. Dari jumlah itu, 1,6 juta di antaranya adalah mobil dan 2,4 juta motor.
Mengingat Yogyakarta tidak hanya sebagai tujuan mudik tapi juga tempat wisata, sejumlah jalan menuju objek wisata diprediksi macet seperti ke Pantai Selatan Gunungkidul, Tebing Breksi dan Kaliurang di Sleman, dan Malioboro di Kota Yogyakarta.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan