kumparan
6 Jul 2018 10:29 WIB

Polda Jawa Timur: Ledakan di Pasuruan Berasal dari Bom Ikan

Lokasi ledakan di Pasuruan. (Foto: Istimewa)
Polda Jawa Timur mengungkap hasil identifikasi jenis bom yang meledak empat kali di kawasan permukiman Pogar, Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7) siang. Jenis bahan peledak dipastikan merupakan bom ikan alias bondet dengan daya ledak rendah.
ADVERTISEMENT
"Saya ingin merevisi apa yang berkembang selama ini di media. Hasil identifikasi dari laboratorium forensik secara scientific dan tak terbantahkan. Bahwa, bom tersebut adalah low explosive berjenis bom ikan atau dikenal di masyarakat Jatim sebagai bondet," tegas Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Jumat (6/7).
Frans membantah informasi bom itu sengaja diledakkan. Menurutnya, bom meledak akibat human error saat pelaku sedang merakitnya di dalam rumah.
"Bukan peledakan. Tapi saya ulangi, karena human error, kemudian meledak sendiri saat dirakit dan sempat melukai pelaku dan putranya," tandas Frans.
Polda Jatim berupaya meluruskan beredarnya informasi yang masif di tengah masyarakat yang kemudian disertai oleh banyaknya kabar simpang siur. Oleh karena itu, Divisi Humas Polda Jatim berupaya meluruskan perkembangan informasi yang sebenarnya terjadi.
KTP diduga pelaku pengeboman di Pasuruan (Foto: Istimewa)
"Masyarakat kita di Jatim begitu kuat. Bahkan semakin semangatnya informasi yang kita terima sebegitu banyaknya. Maka kami sampaikan ini," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Hingga kini polisi masih memburu Anwar, terduga pelaku yang berhasil melarikan diri saat bom meledak. Dia kabur dengan mengendarai Honda Astrea dan membawa tas ransel hitam ke arah timur.
Di kontrakan tersebut, Anwar tinggal bersama istrinya, Dina Rohana dan anaknya. Peristiwa ledakan itu mengakibatkan anak Anwar yang berusia enam tahun mengalami luka-luka. Anak itu kini tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit.
Berdasarkan keterangan kepolisian, Anwar tercatat sebagai warga Serang, Banten. Dia bernama Abdulla alias Anwardi dan lahir di Jakarta pada 12 Juni 1968.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan