Pencarian populer

Polemik Albothyl, Obat Sariawan Sejuta Umat

Video

Albothyl bisa disebut sebagai obat sariawan sejuta umat. Dengan setetes dua tetes Albothyl, sariawan yang mengganggu kesehatan mulut manusia dapat disembuhkan.

Tapi itu dulu. Kini, Albothyl justru dinyatakan berbahaya bila digunakan untuk mengobati sariawan. BPOM, sebagai badan pengawas obat-obatan telah menarik izin edar Albothyl. Obat tersebut saat ini mulai ditarik dari pasaran.

Dalam Albothyl, terdapat policresulen cairan obat luar 36 persen yang sangat berisiko atau berbahaya jika digunakan tanpa pengenceran terlebih dahulu. Oleh karena itu, obat ini tidak lagi direkomendasikan penggunaanya untuk indikasi pada bedah, kulit, THT, sariawan, dan gigi.

Bila Albothyl masih digunakan, akan ada beberapa efek samping yang belum banyak diketahui, seperti:

1. Efek vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah perifer

Bahaya penggunaan Albothyl untuk sariawan adalah efek vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah perifer (tepi) pada daerah sariawan. Hal tersebut menyebabkan suplai darah pada daerah sariawan terhenti dan membuat jaringan sariawan menjadi mati sehingga rasa perih pada sariawan sesaat hilang.

2. Deskuamasi jaringan atau pengelupasan kulit

Efek ini terlihat pada penggunaan policresulen dengan cara dikumur. Sesaat setelah dikumur, akan terlihat terjadinya kulit mulut yang terkelupas.

3. Penyebab infeksi

Di antara efek samping serius yaitu sariawan yang membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi.

4. Sariawan justru bertambah parah

Pada penggunaan Albothyl, sariawan seolah memang sembuh, tapi risiko lainnya yang bisa ditimbulkan seperti sariawan bertambah besar dan sakit

Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan Albothyl untuk mengatasi sariawan bisa beralih dengan menggunakan obat pilihan lain yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1%, atau kombinasi dequalinium chloride, dan vitamin C.

-------------------------------------------------------------------------------

Tonton video lainnya dengan pilihan topik Eureka.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53