Pencarian populer

Polemik Pernyataan Jokowi soal Pengembalian Konsesi Lahan

Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato kebangsaan di SICC Sentul, Bogor, Minggu (24/2/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Pernyataan capres nomor urut 01 Joko Widodo tentang konsesi lahan kembali menuai polemik di masyarakat. Setelah sempat ramai karena Jokowi menyinggung Prabowo soal penguasaan lahan di Aceh dan Kalimantan Timur saat debat capres, kini Jokowi mengaku siap menunggu pihak-pihak yang ingin mengembalikan konsesi itu ke negara.

"Nah, jika ada penerima konsesi besar yang mau mengembalikan ke negara...Saya ulang, saya ulang, jadi, kalau ada yang ingin mengembalikan konsesinya kepada negara..." ucap Jokowi saat pidato kebangsaan di acara 'Konvensi Rakyat' di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (24/4).

Belum sempat mengakhiri ucapannya, ribuan pendukungnya yang hadir dalam acara itu, sontak berteriak "Balikin !!! balikin !!!"

Jokowi berjanji pengembalian konsesi lahan dalam jumlah besar itu akan dia alihkan pengelolaannya untuk masyarakat kecil.

"Saya ulang. Jadi, kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke negara, saya tunggu. Saya tunggu, saya tunggu sekarang. Dan akan saya bagikan untuk rakyat," tegasnya disusul tepuk tangan.

Politikus Gerindra Ahmad Riza Patria Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Pernyataan Jokowi ini pun ditanggapi oleh Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. Riza mengatakan, semestinya Jokowi tak lagi menyinggung tentang lahan yang statusnya dalam penguasaan pengusaha.

Sebab, bukan hanya Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang menguasai lahan ribuan hektare. Menurutnya, ada banyak pengusaha yang berada di lingkaran kekuasaan saat ini yang juga memiliki lahan yang sangat luas.

"Semua sudah ketahuan, dari kubu Pak Jokowi banyak sekali (pengusaha pemilik konsesi lahan)," kata Riza Patria, Minggu (24/2).

Selain itu, kata Riza, lahan milik Prabowo juga dikuasai secara sah dan mengikuti prosedur yang berlaku. Malah, saat mengambil alih lahan itu, capres nomor urut 02 itu dianggap telah membantu negara.

"Harusnya pemerintah apresiasi. Syukur ada orang Indonesia yang mau, saat itu siapa yang mau, kan tidak ada," ungkapnya.

Meski Jokowi tak spesifik menyebut nama dan meminta Prabowo mengembalikan konsesi lahan, namun juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengaku Prabowo siap mengembalikannya ke negara.

Dahnil meminta Jokowi bisa langsung menemui Prabowo jika negara membutuhkan kembali konsesi lahan yang dipegang Prabowo.

"Masa Pak Jokowi selalu menunggu belas kasihan Pak Prabowo, beliau siap berkorban buat negara. Bila negara membutuhkan dengan sangat, beliau dengan senang hati. Pak Jokowi datang saja ke Pak Prabowo dan nyatakan negara sangat membutuhkan bantuan Pak Prabowo," ucap Dahnil dalam pesan singkat, Senin (25/2).

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar di Hotel Sultan Jakarta, Minggu, (17/2). Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Dahnil menyinggung para pemilik konsesi tanah dalam jumlah besar yang kini bergabung di tim Jokowi. Di antaranya Erick Thohir, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Hary Tanoesoedibjo. Ia pun meminta pihak-pihak itu turut mengembalikan konsesi lahan ke nagara.

"Baik juga para pemilik-pemilik konsensi yang di tim Pak Jokowi berani seperti Pak Prabowo untuk ikhlas membantu negara bila membutuhkan. Sebut saja Pak Erick, Luhut, Hari Tanoe, dan lain-lain," ucap mantan Ketum Pemuda Muhammadiyah itu.

Sekjen PPP Arsul Sani. Foto: Fahrian Saleh/kumparan

Sementara itu, kubu Jokowi - Ma'ruf Amin menganggap pidato Jokowi soal pengembalian konsesi lahan yang dikuasai oleh sejumlah elite ke negara tidak menyinggung satu pihak tertentu termasuk Prabowo Subianto, tapi bersifat umum.

"Pidato Pak Jokowi yang tadi malam terkait dengan beliau nunggu kalau ada yang mau mengembalikan lahan, itu kan pidato yang bersifat umum saja. Artinya memang itu ditujukan kepada siapa pun para elite yang menguasai lahan dan kemudian mau mengembalikan," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (25/2).

Pernyataan Jokowi, lanjut Arsul, bukan merupakan kewajiban bagi seluruh pemilik lahan untuk mengembalikannya. Sebagai presiden, Jokowi mempersilakan siapapun yang hendak mengembalikan konsesi lahan, akan diterima pemerintah.

Anggota dewan pembina Gerindra, Fuad Bawazier Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Meski pernyataan Jokowi itu ditujukan kepada siapapun, namun kubu Prabowo - Sandi menantang Jokowi membuka data kepemilikan tanah milik konglomerat lain terutama di lingkaran Jokowi, bukan hanya milik Prabowo saja.

"Mendingan kalau Pak Jokowi itu fair, laksanakan saja semuanya dikumpulin lagi, kasih ke pemerintah, saya yakin Pak Prabowo akan menyerahkan itu semua ke pemerintah," kata tim ahli ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Fuad Bawazier, usai hadiri diskusi "Para Tokoh Bicara 1998" di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (25/2).

Jokowi pun meluruskan terkait penyatannya soal pengembalian konsesi lahan kepada negara. Menurutnya, pengembalian itu sifatnya bukan memaksa, tetapi lebih bersifat imbauan.

"Bukan ini loh ya, bukan memaksa, karena kita juga tahu kepastian hukum harus ada. Setiap hak yang diberikan pada investor, pada pengusaha, pada rakyat, itu kepastian hukum harus jelas," ucap Jokowi di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/4).

Menurut Jokowi, kepastian hukum juga terkait dengan hak pengelolaannya. Jika haknya adalah Hak Guna Usaha (HGU), maka tidak bisa berubah menjadi Hak Guna Bangunan (HGB), yang ada jangka waktunya. "Jangan dilarikan ke mana mana," terang Jokowi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23