kumparan
5 Jul 2019 16:58 WIB

Polisi: 2 Korban Kerusuhan 22 Mei Diduga Ditembak Orang Tak Dikenal

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, saat rilis perkembangan hasil penyidikan kasus kerusuhan 21-23 Mei di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/7). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Polri mengungkapkan fakta-fakta terbaru terkait kerusuhan saat unjuk rasa pada 21-22 Mei 2019 lalu. Salah satu yang disampaikan berdasarkan hasil penyelidikan, dua korban bernama Harun Al Rasyid dan Abdul Aziz ditembak orang tak dikenal.
ADVERTISEMENT
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, Harun tewas usai ditembak dari jarak 11 meter dari sisi kanan saat kerusuhan tersebut tengah berlangsung.
“Ada seseorang yang diduga melakukan penembakan dari jarak kurang lebih 11 meter dari sisi kanan, dimana anggota Polri yang melakukan penanganan unjuk rasa dengan jarak itu kurang lebih ada 100 meter,” ucap Suyudi saat jumpa pers di Mabes Polri, di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).
Berdasarkan keterangan saksi yang telah diperiksa, Harun tewas usai ditembak dengan menggunakan pistol hitam. Tembakan tersebut diduga sengaja dia arahkan ke arah massa.
“Arah tembakan mengarah ke perusuh dengan menggunakan tangan kiri seperti ini miring, mengarah ke arah Harun Al Rasyid,” ujar Suyudi sembari mencontohkan cara penembak.
ADVERTISEMENT
Kemudian Harun Al Rasyid meninggal di TKP di lokasi kemudian dibawa ke rumah sakit,” sambungnya.
Sedangkan korban yang bernama Abdul Aziz tewas akibat ditembak dari belakang. Suyudi juga mengatakan, Aziz ditembak orang tak dikenal.
“Saudara Abdul Aziz yang ditemukan kurang lebih 100 meter dari Asrama Brimob tepatnya di depan Rumah Sakit Pelni ini juga diduga dilakukan oleh orang yang tidak dikenal dengan jarak yang tidak terlalu jauh, kurang lebih sekitar 30 meter dari arah belakang. Terkena di punggung sebelah kiri kemudian proyektilnya tersisa di dada sebelah kiri juga,” kata dia.
Suyudi juga mengatakan, kesembilan korban yang tewas dalam insiden tersebut, empat di antaranya sudah dilakukan autopsi. Sementara 5 lainnya tidak diautopsi karena keluarga yang bersangkutan menolaknya. Dari hasil autopsi, ditemukan proyektil peluru di 2 tubuh korban, yakni, ditubuh Harun dan Abdul Aziz.
ADVERTISEMENT
"Adapun dari peristiwa yang dilakukan oleh kelompok perusuh tersebut mengakibatkan adanya 9 perusuh yang meninggal dunia. 4 di antaranya setelah dilakukan autopsi dan visum ditemukan 2 proyektil yang ada di tubuhnya," sebut Suyudi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·