Pencarian populer

Polisi Bongkar Bisnis Karaoke Striptis di Blitar

Polisi mengamankan barang bukti milik tersangka karaoke striptis. (Foto: Foto: Dok. Istimewa)

Jajaran Ditreskrimum Polda Jatim membongkar kasus viralnya rumah karaoke penyedia penari striptis di Kota Blitar. Dalam kasus ini dua tersangka diringkus oleh Anggota Unit III Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, bisnis karaoke striptis ini berhasil terungkap setelah polisi menggerebek rumah karaoke Maxi Brilian di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Senin (3/12) sekitar pukul 01.30 WIB.

Penggerebekan itu dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi bahwa ada tempat karaoke yang menyediakan pemandu lagu yang melakukan striptis dan juga melayani hubungan seks di dalam ruangan karaoke.

“Setelah kami gerebek ternyata banyak kita temukan sejumlah pemandu lagu dalam keadaan telanjang,” ujar Frans di Polda Jatim, Surabaya, Selasa (4/12).

Di tempat yang sama, Kasubdit IV Tipid Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana menjelaskan, ketika timnya sedang menggerebek salah satu ruangan, petugas menemukan satu tamu pria sedang berhubungan badan dengan dua pemandu lagu.

Polisi Ringkus 2 Tersangka Karaoke Striptis di Blitar. (Foto: Foto: Dok. Istimewa)

"Hubungan seks dilakukan di dalam room karaoke. Kemudian petugas mengamankan satu tamu dan dua pemandu lagu itu," ujar Festo.

Polisi lalu melakukan interogasi terhadap para pemandu karaoke, dan saksi-saksi yang merupakan tamu karaoke. Dari interogasi tersebut, ditemukan fakta tarif kencan yang dipatok para pemandu karaoke itu berkisar Rp 1 juta.

“Dari hasil penyidikan tarif untuk striptis dan berhubungan seks mencapai Rp 1 juta,” ungkap Festo.

Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan 25 orang yang terdiri dari manajer, muncikari, 19 pemandu lagu, dan pelayan karaoke. Kendati demikian, polisi tidak menemukan adanya pekerja seks yang berusia di bawah umur.

“Sejauh ini tidak kami pemandu lagu yang di bawah umur. Rata-rata sudah dewasa,” terangnya

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menetapkan dua tersangka yakni Ratna Ayu Kinanti yang merupakan muncikari di tempat karaoke tersebut dan Juwito Qoirul Anwar selaku manajer karaoke.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dan atau Pasal 55 KUHP jo Pasal 56 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60