kumparan
16 Jan 2019 15:14 WIB

Polisi Buru W, Muncikari yang Jajakan Vanessa dan Artis Lain

Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap peran satu muncikari di kasus Vanessa Angel. Dia adalah W dan masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus prostitusi online.
ADVERTISEMENT
Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan W diduga berperan penting dibanding tiga muncikari yang telah ditangkap dan dijadikan tersangka, yakni Endang Suhartini alias Siska, Tentri, dan Fitria.
"W masih kami kejar. Posisi W lebih penting dari tiga lainnya," kata Barung di kantornya, Rabu (16/1).
W diketahui menjadi salah satu pemilik rumah produksi yang menaungi sejumlah artis ibu kota. W ini diyakini menjajakan para artis itu ke pria hidung belang.
Muncikari dalam kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
Polisi belum mau mengungkap identitas W. Namun menurut Barung, W ini dekat dengan salah satu muncikari, Fitria. Karena kedekatan itu, W berusaha menghapus jejak Fitria. Bahkan, kata Barung, W menyarankan Fitria untuk tidak menyerahkan diri ke polisi.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, polisi kini telah memboyong tersangka Fitria dari Jakarta ke Mapolda Jawa Timur. Fitria adalah muncikari ketiga yang ditangkap dan ditetapkan tersangka.
Barung mengatakan Fitria hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan lantaran sakit. Menurut Barung, Fitria kaget atas penetapan tersangkanya.
"Sekarang dilakukan penahanan namun karena tersangka yang bernama Firtia ini sedang sakit maka dirujuk ke RS Bhayangkara ini dikarenakan syok," ujar Barung. "Yang bersangkutan mengalami lemas kemudian muntah-muntah dan pingsan."
Dalam kasus ini, ada enam muncikari yang terlibat menjajakan sejumlah pesohor. Tiga di antaranya telah ditangkap dan ditahan polisi. Sisanya, tiga orang lagi, masih dalam pengejaran, termasuk W yang diduga kuat memiliki peran penting 'menjual' para selebritas.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan