kumparan
9 Apr 2019 20:49 WIB

Polisi Identifikasi 3 Remaja Penganiaya Siswi SMP di Pontianak

Ilustrasi kekerasan Foto: pixabay
Tagar #justiceforaudrey mendunia. Bukan hanya netizen Indonesia, tetapi juga dunia yang meminta agar siswa SMP di Pontianak yang diduga dianiaya sejumlah remaja putri yang duduk di bangku SMA diberikan keadilan.
ADVERTISEMENT
Kasus penganiayaan karena urusan asmara. Korban sendiri sebenarnya tak terkait langsung, tapi sepupunya yang diincar para pelaku. Namun entah bagaimana korban dianiaya dengan sadis hingga luka berat.
Kasus ini ditangani Polresta Pontianak, dan mendapat atensi dari Polda Kalbar.
"Kejadian akhir Maret dan baru dilaporkan ke Polresta Pontianak kemarin, saat ini sedang dilanjutkan prosesnya di Reskrim," jelas Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono yang dikonfirmasi kumparan, Selasa (9/4).
Didi menjelaskan, saksi-saksi sudah diperiksa dan kasus ini mengarah kepada tiga orang pelaku.
"Pelaku sudah diidentifikasi ada 3 orang wanita ( di bawah umur / 17 tahun ), tapi tetap kita akan periksa dengan didampingi lembaga perlindungan anak dan perempuan," tutur dia.
Dalam waktu dekat Polresta Pontianak akan segera melakukan jumpa pers dalam kasus ini.
ADVERTISEMENT
Kasus ini berawal saat korban yang tengah berada di kediaman kakeknya dijemput oleh salah satu siswi SMA pada 29 Maret 2019 lalu. Siswi tersebut meminta korban untuk mempertemukannya dengan kakak sepupu korban dan disanggupi oleh korban.
Setelah mereka bertemu kakak sepupu korban, rupanya siswi SMA itu tidak sendirian. Siswi SMA itu dan ketiga temannya menggiring korban dan kakak sepupu korban ke tempat yang sepi.
Di lokasi tersebut, kakak sepupu korban kemudian terlibat baku hantam dengan salah satu oknum siswi SMA itu. Tak hanya itu, tiga teman siswi SMA itu juga melakukan penganiayaan terhadap korban hingga terluka secara psikis dan fisik.
Ibu korban menyebut, setidaknya ada tiga oknum siswi yang melakukan kontak fisik dengan korban. Namun, di lokasi tersebut, diduga terdapat delapan hingga 12 siswi lainnya yang menyaksikkan sambil tertawa tanpa ada upaya menolong.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan