kumparan
21 Mei 2018 15:01 WIB

Polisi Masih Cari Napi Teroris yang Bunuh 5 Anggota Densus di Mako

Irjen Pol Setyo Wasisto (Foto: ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak)
Polri masih memburu narapidana teroris yang membunuh lima anggota Densus 88 saat kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (6/5) malam. Untuk memudahkan penyelidikan, sebanyak 58 napiter (narapidana teroris) yang sebelumnya dipindahkan dari Mako Brimob ke Nusakambangan, akhirnya dipindahkan khusus ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
"Sampai saat ini (pelaku pembuhunan) masih terus kita cari. Mereka semua napiter (narapidana terorisme) yang kemarin merusuh di Rutan Mako Brimob. Ya salah satu pertimbangannya itu (untuk melakukan pemeriksaan)," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/5).
Pemindahan tahanan dari Nusakambangan ke Bogor (Foto: Antara/Idhad Zakaria)
Gerbang depan Lapas Gn Sindur (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
Salah seorang warga Gunung Sindur yang ditemui kumparan, Rahmat, menyebut, para tahanan itu tiba di area rutan dan Lapas Gunung Sindur pada Minggu malam. Sebanyak 12 mobil polisi dan satu mobil barracuda tampak mengawal bus yang berisi 58 tahanan.
Bis polisi memasuki mako Brimob (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Saat kerusuhan di Mako Brimob terjadi, sebanyak 155 narapidana teroris menyandera dan merampas senjata api milik 9 anggota Densus 88 di Mako Brimob. Mereka akhirnya menyerahkan diri setelah 40 jam. Namun akibat peristiwa ini, 5 Anggota Densus 88 tewas dan 4 lainnya luka-luka.
ADVERTISEMENT
Total 145 napiter dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Hingga akhirnya, 58 di antara mereka, dipindahkan ke Gunung Sindur.
Bhayangkara Terbaik Mako Brimob (Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan