Polisi Masih Identifikasi Penyebar Hoaks Truk TNI Bawa WN China

15 Juli 2019 11:12 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus penanganan teroris Kalimantan Tengah di Mabes polri, Jakarta, Selasa (25/6). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus penanganan teroris Kalimantan Tengah di Mabes polri, Jakarta, Selasa (25/6). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
ADVERTISEMENT
Polisi terus mendalami beredarnya video sejumlah truk yang disebut-sebut sebagai milik anggota TNI atau Polri tengah membawa WN China. Kabar itu dipastikan hoaks.
ADVERTISEMENT
Kini, polisi terus memburu penyebar hoaks tersebut. Direktorat Siber Bareskrim Polri mengindentifikasi keberadaan pelaku.
“Sedang di-profiling oleh siber,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada kumparan, Senin (15/7).
Hoaks mobil TNI angkut warga Tionghoa Foto: dok. Istimewa
Dedi memastikan, narasi di video tersebut hoaks. Dengan metode laporan tipe A (laporan yang dibuat oleh anggota polisi sendiri), polisi akan mendalami kasus tersebut.
“Pasti hoaks, merugikan banyak pihak,” ujar Dedi.
Media sosial sempat dihebohkan dengan video konvoi truk di jalan tol. Dalam video yang beredar, truk itu diidentikkan dengan milik TNI atau Polri. Velg merah yang tersemat pada truk juga diidentikkan dengan milik Brimob Polri.
Selain itu, truk juga disebut-sebut tengah membawa WN China. Truk itu juga tidak dilengkapi dengan pelat nomor di bagian belakang. Setelah dikonfirmasi, kabar itu bohong alias hoaks.
ADVERTISEMENT
“Polri tidak menangani mobil seperti itu,” kata Direktorat Gakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Pujiono, kepada kumparan, Minggu (14/7).
Pujiono juga menyebut, tak ada identitas kepolisian pada truk tersebut. Oleh karena itu, Pujiono meyakini mobil tersebut bukan dari Brimob.
“Karena mobil tersebut tidak terdaftar, (kalau) Polri jelas,” ujar Pujiono.