kumparan
4 Jun 2018 13:35 WIB

Polisi Minta MUI Jadi Ahli dalam Kasus Ujaran Kebencian Amien Rais

Dirreskrimsus Polda Metro Kombes Adi Deriyan (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)
Polda Metro Jaya masih mendalami kasus dugaan ujaran kebencian Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais. Penyidik berencana memanggil perwakilan dari MUI untuk diminta keterangannya sebagai ahli.
ADVERTISEMENT
"Ya dari MUI, pasti itu. Tapi nanti dulu kami fokus Operasi Ketupat dulu," kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/6).
Amien Rais (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
Adi menambahkan, pihaknya merasa pelu meminta keterangan ahli agama dalam kasus ini. Hal itu untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam ucapan Amien atau tidak.
"Saya akan diskusikan dengan ahli agama untuk pernyataan atau kalimat itu, bagaimana pandangan agama terkait pernyataan itu. Jangan sampai salah," ucap Adi.
Adi belum bisa banyak bicara soal kasus ini. Dia akan terus berkoordinasi dengan penyidik untuk mengetahui perkembangan kasus ini.
"Nanti dulu, karena saya baru mau tanya perkembangan kasusnya sama penyidik sudah sejauh apa perkembangannya," ucap Adi.
ADVERTISEMENT
Amien dituduh menyampaikan ujaran kebencian saat menyampaikan ceramah di Masjid Baiturrahman, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Atas perbuatannya itu, Amien dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kelompok Cyber Indonesia.
Pernyataan Amien yang dituduh mengandung ujaran kebencian adalah:
Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan.
Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah, partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan