kumparan
11 Jan 2019 16:04 WIB

Polisi Periksa Sidik Jari di Pecahan Botol Molotov di Rumah Laode

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Lutfan Darmawan/kumparan)
Pelaku teror pelemparan bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif masih ditelusuri. Polisi mulai mengidentifikasi adanya sidik jari di sisa pecahan botol molotov yang dilemparkan.
ADVERTISEMENT
“Yang ditemukan di botol, yang masih dan sisa-sisa botol, akan dianalisa kembali, apakah bisa sidik jari yang muncul, kemudian dari sidik jari diidentifikasi siapa aja yang pernah megang,” kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Gedung Utama Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/1).
Molotov yang berada di rumah Laode M Syarif. (Foto: Dok. Istimewa)
Untuk itu, polisi akan berupaya mengungkap data yang ada di botol itu. Dengan begitu, data dapat dengan mudah dicocokkan dengan bank data e-KTP untuk memudahkan polisi menangkap pelaku.
“Kalau di sidik jari orang itu punya e-KTP, itu langsung terkoneksi dan langsung berhasil diidentifikasi,” sambung Dedi.
Laode M syarif saat berada di kediamannya. (Foto: Dok. Istimewa)
Namun, Dedi meminta waktu kepada masyarakat karena polisi harus mengumpulkan keping demi keping, peristiwa yang mengancam Laode M Syarif maupun Ketua KPK Agus Rahardjo.
ADVERTISEMENT
“Hanya butuh proses waktu aja, karena ini benar-benar scientific crime investigation, bener-bener butuh waktu. Contohnya kita berani menyimpulkan fake bom (di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo), kalau forensik udah cukup komprehensif, kita berani simpulkan itu fake bom,” tutup Dedi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan