Pencarian populer

Politikus Australia Salahkan Muslim atas Tragedi Christchurch

Petugas polisi berjaga-jaga di dekat masjid Masjid al Noor usai insiden penembakan di Christchurch, Selandia Baru. Foto: AFP/Tessa BURROWS

Senator asal Queensland Fraser Anning dikecam atas pernyataannya mengenai penembakan di Christchurch. Ia menyalahkan umat Muslim atas tragedi di dua Masjid di kota tersebut.

"Saya sangat menentang segala bentuk kekerasan di masyarakat dan sepenuhnya mengutuk aksi pria bersenjata itu," sebut Anning seperti dikutip dari News.com.au.

"Penyebab sebenarnya dari pertumpahan darah di jalanan Selandia Baru adalah program imigran yang mengizinkan Muslim fanatik masuk di Selandia Baru pada awalnya," sambung Anning.

Anning menambahkan, meski korban insiden di Christchurch "adalah umat Muslim, namun mereka juga adalah pelakunya."

Tidak sampai di situ saja, tanpa alasan jelas, Fanning menyalahkan umat Islam atas terjadinya kematian di dunia. "Seluruh agama Islam setara dengan fasisme," ucapnya.

Ucapan Anning mendapat kecaman besar, termasuk dari Perdana Menteri Scott Morrison. Orang nomor satu di pemerintahan Australia menyatakan, pernyataan Anning menjijikan.

"Pernyataan Senator Anning yang menyalahkan imigran atas serangan keji di Selandia Baru menjijikkan," kata Morrison.

"Pandangan macam itu tidak punya tempat di Australia dan juga parlemen Australia," sambung dia.

Kecaman serupa juga disampaikan jurnalis politik Sky News, Kieran Gilbert. Dia mengatakan, ucapan Anning tak mewakili parlemen.

"Dia benar-benar memalukan dan menjijikkan," kata Gilbert.

Berbagai kecaman lainnya juga mengalir kepada Anning di Twitter.

Banjir kecaman nyatanya tak membuat Anning meralat ucapannya. Ia malah berkata, tidak ada alasan untuk melupakan seberapa banyak nyawa yang melayang karena serangan teroris.

Serangan teroris di Selandia Baru berlangsung pada Jumat di dua masjid di Christchurch.

Sebanyak 49 orang tewas dan puluhan lainnya menderita luka. Kepolisian Selandia Baru telah menahan empat orang pelaku, salah satunya seorang warga Australia.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: