kumparan
22 Jul 2019 12:30 WIB

Politikus PDIP Ruhut Sitompul Minta Rizieq Tak Pulang ke Indonesia

Ruhut Sitompul di Bareskrim Polri, Senin (22/7). Foto: MIrsan Simamora/kumparan
Front Pembela Islam (FPI) sedang berusaha memulangkan Rizieq Syihab dari Arab Saudi salah satunya dengan lobi politik. Meski begitu, Rizieq malah terhalang denda Rp 110 miliar.
ADVERTISEMENT
Menyikapi hal itu, politikus PDIP Ruhut Sitompul meminta, Presiden Jokowi tidak meladeni permintaan partai oposisi soal kepulangan Rizieq. Ia menyebut, imam besar FPI tersebut masih terlilit sejumlah kasus.
“Jadi Pak Jokowi enggak usah ngajak pulang. Karena kasus yang dihadapinya seperti film Rambo, berjilid-jilid,” kata Ruhut di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (22/7).
Ruhut menilai, keberadaan Rizieq di Indonesia dapat menimbulkan kekacauan baru. Oleh karena itu, keberadaan Rizieq di Arab Saudi sudah sangat tepat.
“Saya tegas mengatakan Rizieq baiknya di sana saja,” ujar Ruhut.
Sebelumnya, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menegaskan seluruh kasus hukum yang menjerat pimpinan FPI Rizieq Syihab sudah dihentikan polisi alias SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Munarman memastikan Rizieq sudah tidak mempunyai kasus hukum di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Jangan ada pihak lain yang provokatif, Habib Rizieq sudah enggak ada perkara lagi sudah SP3, semua kasus sudah SP3," kata Munarman di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (15/7).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·