Pencarian populer

Polri Identifikasi KKB yang Sandera dan Tembak Pekerja Trans Papua

Polda Papua berusaha membebaskan 15 pekerja yang disandera KKB. (Foto: Dok Polda Papua)
Sebanyak 15 pekerja PT Istaka Karya disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Distrik Yigi, Papua. Polisi masih melakukan upaya hukum untuk menangkap pelaku dan menyelamatkan para sandera.
ADVERTISEMENT
Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengaku pihaknya berhasil mengindentifikasi beberapa kelompok yang diduga menjadi dalang aksi ini. Meski begitu, Iqbal belum bisa menyebutkan kelompok mana saja yang masuk dalam daftar.
"Ya jelas, Polri di-back up TNI akan lakukan upaya penegakan hukum. Kita akan kejar. Ada beberapa yang sudah teridentifikasi ini kelompok mana," kata Iqbal di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/12).
Tak hanya menyandera, KKB juga menembak mati 23 pekerja pada Sabtu (1/12) dan 8 pekerja lainnya pada Minggu (2/12). Aksi tersebut diduga terjadi lantaran salah satu pekerja proyek tertangkap basah sedang memotret upacara HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kadiv humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal. (Foto: Lutfan Darmawan/kumparan)
Para pekerja PT Istaka Karya memang sedang membangun jembatan untuk akses Jalan Trans Papua. Jalan yang tengah dibangun di kawasan Distrik Yigi Kabupaten Nduga itu sudah terbuka, tetapi, sungai-sungai di sekitarnya membuat sejumlah jalan terpisah. Untuk itu, perlu dibangun 28 jembatan lainnya agar jalan Trans Papua terhubung.
ADVERTISEMENT
Polisi turut menyesalkan aksi KKB tersebut. Padahal, kata Iqbal, para pekerja sedang membangun jalan untuk mensejahterakan Papua.
Iqbal memastikan prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan para sandera. Dua tim gabungan TNI-Polri bersenjata lengkap sudah diterjunkan untuk mengejar KKB yang mengeksekusi para pekerja tersebut.
"Ya, bayangkan, pekerja tidak berdosa membangun Papua, (membangun) jalan, pelabuhan, dan lain sebagainya karena mungkin kita tidak tahu motifnya apa, dilakukan penembakan yang berakibat beberapa yang tewas," kata Iqbal.
"Maka dari itu TNI dan Polri sedang menuju lokasi, prioritas tugas adalah menyelamatkan korban yang masih hidup dan mengecek apakah angka yang sudah tersebar di media-media itu benar atau tidak," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85