kumparan
29 Jun 2018 4:57 WIB

Polri Nilai Operasi Ketupat 2018 Berhasil Dilaksanakan

Macet panjang di tol fungsional Kali kuto. (Foto: FOTO/Muhammad Adimaja)
Arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2018 telah berakhir. Polri juga telah mengakhiri pelaksanaan Operasi Ketupat 2018.
ADVERTISEMENT
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan operasi Ketupat 2018 dinilai memberikan efek positif dalam momen yang datang sekali dalam setahun ini.
"Operasi Ketupat tahun 2018 ini telah mendapatkan respon positif dari masyarakat diantaranya, keberhasilan Polri dalam mengurai dan mengantisipasi kemacetan lalu lintas," ujar Setyo dalam keterangannya, Jumat (29/6).
Setyo menjelaskan lalu lintas kendaraan selama arus mudik dan arus balik dinilai relatif lancar. "Misalnya pada saat pemberlakuan sistem one way kecepatan rata-rata kendaraan di atas 80 kilometer per jam. Artinya tidak terjadi kemacetan yang berarti selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2018," kata Setyo.
Dalam operasi ini, lanjut Setyo, angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik juga mengalami penurunan sebesar 37 persen. "Tahun ini ada 1.995 kejadian, angka ini lebih sedikit dari tahun 2017 di mana ada 3.618 kejadian," jelas Setyo.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya itu, jumlah korban luka dan meninggal dunia akibat kecelakaan dalam operasi ketupat 2018 juga disebut mengalami penurunan sebesar 37 persen. Di mana, pada 2017 ada 742 korban meninggal dunia sementara pada 2018 ada 467 orang.
"Jumlah korban luka berat pada tahun 2018 ada 583 orang sementara pada 2017 ada 687 orang, atau ada penurunan sebesar 15 persen. Jumlah korban luka ringan juga menurun sebesar 37 persen, dari 4.366 orang pada 2017 turun menjadi 2.733 orang pada 2018," papar Setyo.
Polisi periksa badan dan barang bawaan pengunjung (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Setyo juga menyebut dalam hal penindakan terorisme pada operasi tahun ini ada 129 terduga teroris yang berhasil ditangkap polisi. "17 orang di antaranya meninggal dunia," ujarnya.
Sayangnya, Setyo tidak membeberkan lebih jauh di mana saja pelaku-pelaku teroris tersebut ditangkap polisi. Ia hana menyebut penindakan ini sebagai upaya mencegah terjadinya aksi teror selama pelaksanaan libur hari besar umat Muslim itu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan