kumparan
20 Feb 2019 8:08 WIB

PPP: Penampilan Joko Widodo di Debat Bisa Menekan Angka Golput

Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pendapatnya saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Penampilan Joko Widodo dalam debat capres putaran kedua Minggu (17/2) kemarin dirasa cukup memiliki daya tarik bagi mereka yang belum menentukan pilihan. Bahkan, juga bisa menekan angka golput. Argumentasi itu disampaikan Wasekjen PPP Achmad Baidowi.
ADVERTISEMENT
Pria yang akrab disapa Awiek itu menilai, Joko Widodo cukup berhasil memaparkan data konkret dalam debat.
"Saya yakin kalangan yang tadinya masih apatis, karena menyaksikan debat tadi malam, kemudian memilih Pak Jokowi karena beliau tampil prima dengan paparan data konkret, bukan hoaks," kata Achmad Baidowi dalam diskusi Empat Pilar MPR dengan tema "Potensi Golput di Pemilu 2019" di Jakarta, Senin (18/2).
Dia menjelaskan, dalam literatur kepemiluan terdapat empat penyebab seseorang menjadi golput. Pertama, karena tidak masuk dalam DPT. Kedua, kesibukan dan lain hal sehingga saat pemilu tidak sedang berada di tempat.
Lalu ketiga, karena tidak cocok dengan program pasangan calon. Terakhir, karena menganggap pemilu tidak linear dengan kesejahteraan. Namun, performa Joko Widodo dirasa Awiek akan meminimalisir kedua penyebab ini.
ADVERTISEMENT
"Penyebab ketiga dan keempat akan berkurang dengan beralih dukungan ke Jokowi karena performanya sangat bagus saat debat kedua," ujar Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi - Ma'ruf Amin tersebut.
Wasekjen PPP, Achmad Baidowi. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Selain performa Joko Widodo, Awiek memperkirakan angka golput Pemilu 2019 tidak akan begitu besar lantaran Pilpres dan Pileg dilaksanakan serentak.
"Kami yakin ada penurunan angka golput. Dengan pemilu serentak ini maka semua elemen ikut bergerak," lanjut Awiek.
Untuk mengurangi angka golput, Awiek menekankan pentingnya sosialisasi tentang Pemilu 2019 kepada masyarakat. Dia menyebut, TKN juga harus bisa meyakinkan "swing voters".
Terlebih, masih banyak masyarakat, terutama di daerah terpencil yang kurang mendapatkan sosialisasi Pemilu 2019. Selain itu, peran media massa juga penting untuk menginformasikan berita pemilu serentak yang baru pertama kali diadakan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Selain peran penyelenggara pemilu dan peserta pemilu, peran media sangat besar untuk menekan golput melalui sosialisasi," pungkasnya.
Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk mendapatkan berita terkini dan terlengkap.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan