kumparan
14 Jan 2019 20:25 WIB

Prabowo: Intel Itu Ngintelin Musuh Negara, Jangan Mantan Presiden

Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) saat berada di JCC, Senayan, Jakarta, pada Senin (14/1/2019). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berjanji akan membuat Indonesia semakin kokoh jika dimandatkan menjadi presiden. Menurutnya, memiliki lembaga pemerintahan yang kuat dan berintegritas menjadi salah satu poin yang harus ia benahi dari pemerintah sebelumnya.
ADVERTISEMENT
"Kita perlu hakim-hakim yang unggul dan jujur. Kita perlu jaksa-jaksa yang unggul dan jujur. Kita perlu polisi-polisi yang unggul dan jujur," ujar Prabowo saat menyampaikan Pidato Kebangsaan bersama cawapres Sandiaga Uno di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1).
Dengan gayanya yang berapi-api, Prabowo lalu menyinggung Indonesia harus memiliki badan intelijen yang kuat. Tanpa menyebutkan pihak mana yang dimaksud, Prabowo lalu mengingatkan bahwa intelijen seharusnya mengawasi musuh negara, bukan dalam negeri.
"Kita perlu intel yang unggul dan setia kepada bangsa dan rakyat. Intel itu ngintelin musuh negara, jangan ngintelin... Jangan ngintelin mantan presiden RI. Jangan ngintelin mantan Ketua MPR RI. Jangan ngintelin anaknya proklamator kita. Jangan ngintelin mantan Panglima TNI. Jangan ngintelin ulama-ulama besar kita. Kalau mau intelin mantan Pangkostrad, enggak apa-apa," teriak Prabowo diiringi riuh tepuk tangan pendukung.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, Prabowo berharap bisa mereorientasi pembangunan dan pengelolaan RI. Reorientasi yang ia maksud bertujuan untuk mengubah Indonesia yang ia sebut 'tidak benar' ke arah yang benar.
"Reorientasi pembangunan dan pengelolaan RI, karena bangsa yang kokoh hanya bisa diwujudkan jika swasembada pangan. Kita harus mampu untuk mengatur sehingga rakyat kita bisa produksi pangan dan seluru RI bisa makan dengan baik di seluruh nusantara. Tidak ada yang boleh kelaparan di negeri tercinta kita ini," tuturnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan