kumparan
8 Mar 2019 18:22 WIB

Prabowo Puji Menhan Berani Ungkap Lemahnya Alutsista RI: Dia Tak Tahan

Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto di UNKRI. Foto: Ricad Saka/kumparan
Capres Prabowo Subianto menyoroti soal lemahnya pertahanan Indonesia saat menyampaikan pidato kebangsaan di Bandung. Ia mengatakan alutsista Indonesia hanya bisa bertahan untuk menghadapi perang selama 3 hari.
ADVERTISEMENT
Pernyataan ini, kata dia, sudah dibenarkan oleh Menhan Ryamrizard Ryacudu. Menurut dia, peluru yang dimiliki Indonesia hanya tahan untuk perang 3 hari atau paling tidak 4 hari.
"Kalau kita lihat sekarang, kemampuan Indonesia bertahan saja. Kalau Indonesia perang saja, menurut Menhan kabinet ini, peluru untuk TNI cukup 3 hari saja. Jadi kalau ada perang, setelah 3 hari enggak tahu pakai apa," kata Prabowo di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia Bandung, Jumat (8/3).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memuji Ryamrizard sebagai sosok yang berani mengkritik pemerintahan. Salah satu kritiknya adalah pernyataannya soal alutsista Indonesia yang lemah.
"Menteri ini, saya kenal, dia berani, dia ungkapkan itu karena enggak tahan. Tapi enggak dipecat-pecat, katanya mau dipecat," imbuhnya.
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto bersama Nissa Sabyan di kampus UKRI. Foto: Ricad Saka/kumparan.
Namun, ternyata hingga saat ini Ryamrizard tak kunjung dipecat oleh Jokowi. Selain itu, Prabowo juga menyebut, tidak hanya pasokan peluru bagi TNI saja yang kurang, cadangan bahan bakar saja hanya mampu bertahan selama 21 hari dalam keadaan perang. Sementara, pasokan beras hanya cukup untuk 18 hari saja.
ADVERTISEMENT
"Saya dengar ada menteri yang mencak-mencak, dari mana data Prabowo? Enggak benar kok, BBM enggak 21 hari, ternyata 23 hari. Nanti ada ralat lagi, 25 hari, 26 hari, ya podo wae," tegas Prabowo.
Prabowo meminta, jangan sampai mental tersebut dijaga. Sebab, menurutnya, musuh bisa datang kapan saja.
"Jangan mental kumaha engke wae (gimana nanti). Kalau nanti musuh datang, kumaha engke waelah. Mau gimana, kumaha engke wae, harusnya engke kumaha (nanti gimana). Kumaha engke wae ya kumaha atuh," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan