Pencarian populer

Prabowo-Sandi Revisi Visi Misi Jelang Debat Jadi 'Indonesia Menang'

Prabowo dan Sandiaga Uno (Foto: Putri Sarah Arifira /kumparan)

Jelang debat pilpres perdana pada Kamis (17/1), pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merevisi visi misi yang sebelumnya sudah diserahkan kepada KPU.

Dokumen visi misi yang baru itu diberi judul 'Indonesia Menang', yang sebelumnya 'Sejahtera Bersama Prabowo-Sandi'. Begitu juga jumlahnya bertambah dari 15 menjadi 35 halaman. Dokumen baru itu telah diserahkan ke KPU pada Rabu (9/1) kemarin.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, tidak banyak perubahan substansi terkait visi misi yang baru saat ini dengan yang sebelumnya.

Visi Misi baru kampanye calon presiden nomer urut 02, Prabowo- Sandi. (Foto: Dok. tim kampanye Prabowo- Sandi)

Namun, perubahan tersebut didasari beberapa alasan. Salah satunya menggunakan bahasa yang lebih muda dimengerti masyarakat dan stakeholder lainnya.

“Tidak banyak yang berubah. Intinya Pak Prabowo dan Bang Sandi ingin ada perbaikan pada 4 hal. Pertama, bahasa yang mudah dipahami oleh rakyat,” kata Dahnil kepada kumparan, Kamis (10/1).

“Kedua, memperkuat referensi dan dasar utama visi dan misi berlandaskan pada Pancasila dan UUD45, di mana perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandi ingin mengembalikan pembangunan ekonomi harus berlandaskan konstitusi yakni Pasal 33,” imbuhnya.

Dahnil Anzar Simanjutak. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Kemudian alasan lain adalah ingin memperkuat pesan visi pemerintahan Prabowo-Sandi yang ingin mewujudkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran untuk rakyat.

Dalam dokumen yang baru visi yang diusung Prabowo-Sandi adalah 'Terwujudnya bangsa dan negara republik Indonesia yang adil, makmur, religius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945'.

Tak hanya itu, dalam dokumen yang baru ada perubahan layout tampilan serta diringkas menjadi hanya 38 halaman, sehingga terkesan lebih menarik.

“Ketiga, memperkuat pesan visi masa depan pemerintah Prabowo-Sandi yang ingin menghadirkan: aman untuk semua, adil Untuk semua, makmur untuk semua, rakyat yang utama,” terang Dahnil.

“Keempat, ada perubahan layout agar lebih menarik,” tutupnya.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengaku belum mengetahui soal adanya perubahan dokumen visi misi Prabowo-Sandi tersebut. Namun, pihaknya menyoroti soal apakah visi misi bisa diubah di masa kampanye.

"Ada informasi memang masuk, tapi saya belum lihat barangnya dan enggak tahu penyerahannya dengan cara apa dan enggak tahu penyerahannya kapan," ucap Pramono saat dikonfirmasi.

"Sedang kita diskusikan boleh atau tidak sesuai dengan aturan, karena itu kan bagian dari cara pendaftaran kan," imbuhnya soal revisi tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23