Pencarian populer

Prabowo: Sedikit-sedikit Ulama Dibilang Radikal, Anti-Pancasila

Capres Prabowo Subianto menghadiri acara deklarasi relawan Rhoma Irama for PAS di Depok. Dok. Raga Imam/kumparan (Foto: Raga Imam)

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyebut kondisi Indonesia saat ini tidaklah kondusif. Menurut dia, saling curiga dan saling tuduh seringkali terjadi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Prabowo mencontohkan, saat ini mudah sekali menuding beberapa ulama berpikiran radikal. Atau ada sejumlah pihak yang dengan mudahnya dicap anti-Pancasila.

“Kemudian suasana juga penuh dengan curiga-curiga, nuduh-menuduh orang. Sedikit-sedikit ulama dibilang radikal, anti-Pancasila,” ucap Prabowo dalam pidatonya di acara deklarasi dukungan Relawan Rhoma Irama mendukung Prabowo-Sandi di Soneta Record, Depok, Jawa Barat, Minggu (28/10).

Prabowo juga menepis berbagai anggapan bahwa ia anti-Pancasila dan serta tak mendukung NKRI. Pun, Ketum Gerindra ini membantah mendukung khilafah dan ISIS.

“Loh saya dari kecil sumpah saya untuk membela Pancasila, NKRI, saya malah dibilang mendukung khilafah, ISIS dan sebagainya. Tapi sudahlah, orang kalau sudah mulai fitnah,” terangnya.

Meski begitu, lanjut dia, ia mengajurkan ke timnya untuk tetap tenang, jangan terpancing hingga mudah marah. Ia juga meminta tim Prabowo-Sandi mencontoh tokoh-tokoh panutan.

Prabowo mengunjungi Gus Soleh di Ponpes Tebu Ireng, Jombang. (Foto: Dok. Tim Prabowo-Sandi)

“Tapi yang saya anjurkan, jajaran kita yang tadi kita tenang, kita sejuk, jangan terpancing, jangan mudah dibikin marah. Kita contoh kepada tokoh-tokoh panutan-panutan kita. Saya kira baginda nabi besar Rasulullah SAW juga bahkan dihina, difitnah, bahkan diludahin. Mau dibunuh, dilempari kotoran tapi beliau sabar,” ujarnya.

“Kita pun harus sabar, harus tenang. Kita dihina, kita balas dengan kebaikan, kerja keras. Karena kita tahulah ada niat-niat yang biasalah,” sambungnya.

Prabowo menilai di tengah situasi politik saat ini, fitnah adalah hal yang biasa. Fitnah-fitnah ini dilontarkan oleh pihak-pihak tertentu.

“Kita tahulah jangankan acara sebesar pemilihan, kadang-kadang sepak bola tingkat kecamatan saja ada curang-curangnya. Wasit disogok kek, hakim garis, bener enggak? Sedikit-sedikit prittt, loh kita terus yang kena sempritan, yang sana enggak kena gitu loh,” pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35