kumparan
31 Jan 2018 11:23 WIB

Pramugari Mengaku Lebih Nyaman Bekerja Menggunakan Hijab

Pramugari Citilink nyaman menggunakan hijab. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Seorang pramugari maskapai penerbangan Citilink, Tia Khairunnisa menceritakan jika dirinya sangat tidak keberatan dengan instruksi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang mengeluarkan seruan kepada seluruh pramugari agar mengenakan jilbab saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Mudah (SIM) Blang Bintang.
ADVERTISEMENT
Perasaan itu pun tidak hanya dialami Tia, tapi juga diikuti teman-temannya sesama pramugari yang ada di Citilink.
"Menurut saya karena Aceh ini Serambi Makkah, pastinya ya sangat setuju karena kami juga menghormati orang Aceh," tuturnya, pada sejumlah awak media setelah mendarat di Bandara SIM, Rabu (31/1).
Tia mengaku nyaman berpenampilan muslimah dengan memakai hijab. Dengan penampilan seperti itu, respons penumpang cukup baik.
"Alhamdulillah pakai hijab sangat nyaman. Respons penumpang sendiri sangat bagus, Jadi misalnya kalau masuk ucapin Assalamualaikum," ceritanya saat melayani penumpang di dalam pesawat.
Pramugari Citilink nyaman menggunakan hijab. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Selama mengenakan hijab, Tia merasa penumpang, khususnya kaum laki-laki, lebih menghormari dirinya. Karena itu, Tia pun lebih nyaman saat melayani penumpang.
ADVERTISEMENT
"Biasanya kalau pakai pakaian seperti biasanya penumpang lihatnya enggak enak gimana gitu," curhat Tia.
Sementara itu, Muhammad Subhan pewarkilan dari manajemen Citilink Banda Aceh, mengintruksikan agar pramugari berpenampilan muslimah sejak 3 maret 2016 hingga saat ini. Hal itu dilakukan karena sesuai imbauan dari Pemerintah Aceh sebelumnya.
"Sejak pertama masuk kemari kami sudah menggunakan hijab. Kebetulan saat ini kita ada dua Flight pagi dan siang, jadi crew yang ke Banda Aceh khusus pakai hijab," ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan