Pencarian populer

Presiden Korsel Tidak Bisa Tidur Jelang Pertemuan Kim dan Trump

Donald Trump, Kim Jong-un, dan Moon Jae-in. (Foto: REUTERS/Carlos Barria, KCNA/via Reuters, REUTERS/Kim Kyunghoon)

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengaku tidak bisa tidur di malam sebelum pertemuan Kim Jong-un dan Donald Trump di Singapura.

"Saya tidak bisa tidur semalam," kata Moon dikutip Yonhap, Selasa (12/6).

Ia juga menunda pertemuan mingguan dengan jajaran kabinetnya hingga lebih dari 10 menit demi mengikuti perkembangan dialog Trump dan Kim.

Yonhap juga menuliskan, Moon menggelar nonton bareng pertemuan Trump dan Kim. Pemandangan nobar tersebut diunggah oleh Elise Hu, seorang jurnalis Korsel, di Twitternya.

Dalam foto Elise, terlihat Moon tersenyum menyaksikan Trump dan Kim bertemu. "Kau bisa melihat reaksi di wajah mereka," kata Elise.

Moon berharap pertemuan AS-Korut itu berjalan lancar. Baginya, dialog antara Trump dan Kim dapat membuka era baru dalam perdamaian di Semenanjung Korea dengan denuklirisasi.

"Perhatian rakyat Korsel tertuju kepada Singapura," kata dia.

"Kami berharap pertemuan ini sukses dan dapat terwujudnya denuklirisasi, perdamaian, dan hubungan baru antara Korsel, Korut, dan AS," tambahnya.

Meski mengatakan dirinya turut senang dengan pertemuan tersebut, Moon mengatakan bahwa ini hanyalah awalan dari sebuah "proses panjang".

"Masalah yang mendalam soal nuklir Korut tak bisa diselesaikan hanya dalam satu kali pertemuan antara dua pemimpin tersebut. Bahkan setelah mereka bertemu kita masih butuh waktu yang lama mungkin sampai satu tahun, dua tahun, atau lebih lama," tutur Moon.

Lebih lanjut Moon menyampaikan harapannya untuk menggelar pertemuan dengan Trump dan Kim dalam waktu dekat. Pertemuan itu rencananya sebagai peresmian berakhirnya Perang Korea.

Sebelumnya Moon telah bertemu dengan Kim Jong-un dalam KTT Korea pada April lalu. Mereka direncanakan untuk bertemu kembali di Pyongyang sebelum akhir 2018.

Seoul dan Pyongyang masih dalam status perang sejak berakhirnya Perang Korea pada 1953. Perang yang dimulai sejak 1950 itu tak diakhiri dengan perjanjian, namun hanya gencatan senjata.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60