Pencarian populer

Pria yang Ditangkap di Posko M Taufik Diduga Politik Uang Dipulangkan

Posko M Taufik, lokasi penangkapan pria diduga terlibat politik uang. Foto: Adhim Mugni Mubaroq/kumparan

Charles Lubis, pria yang ditangkap tim Sentra Gakkumdu karena diduga terlibat politik uang di posko Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik, telah dipulangkan. Ia dipulangkan setelah diperiksa di Mapolres Jakarta Utara, sejak Senin (15/4) hingga Selasa (16/4).

Ketua Bawaslu Jakarta Utara, Mochamad Dimyati, mengatakan pemulangan Charles telah sesuai aturan yang berlaku. Sebab ancaman pidana terhadap Charles masih di bawah 5 tahun. Selain itu, Charles statusnya masih terlapor.

"Sudah dipulangkan tadi. Enggak ada proses penahanan," kata Dimyati di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (16/4).

Ia menjelaskan tahapan dalam kasus ini yaitu klarifikasi, penyidikan dan penuntutan. Ia menegaskan bahwa saat ini prosesnya masih dalam klasifikasi.

"Prosesnya masih berlanjut lagi, masih ada waktu kita 14 hari," kata Dimyati.

Dalam penangkapan Charles diamankan amplop 80 buah berisi uang Rp 500 ribu. Dimyati mengatakan uang itu masih diamankan sebagai barang bukti. Ia pun mengaku belum memastikan pemakaian uang tersebut.

Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

"Belum tahu, makanya kita butuh proses klarifikasi," ujar Dimyati.

Ia tidak memberikan keterangan lengkap mengetahui hasil pemeriksaan Charles ini. Ia hanya memastikan prosesnya masih berlanjut hingga status hukumnya ditentukan.

"Ya, masih berproses masih berjalan. Pokoknya kita harus ada kehati-hatian," tuturnya.

Sepertinya diketahui, Charles ditangkap di depan posko pemenangan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik di Warakas RW 03, Jakarta Utara.

Taufik yang saat ini juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD DKI Jakarta merupakan caleg DPRD dari dapil DKI Jakarta 3, yaitu Jakarta Utara, yang meliputi Kecamatan Penjaringan, Kecamatan Tanjung Priok, dan Kecamatan Pademangan.

Taufik mengakui bahwa itu anak buahnya, akan tetapi ia mengelak apabila anak buahnya itu dianggap melakukan money politics.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Minggu,19/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20