kumparan
27 Feb 2019 12:00 WIB

Prostitusi Online Jadi Kejahatan Tersembunyi di Batam

Batam selama ini dikenal sebagai salah satu kota industri terbesar di Indonesia. Namun, di balik itu menyimpan rahasia perdagangan manusia lewat prostitusi online.
ADVERTISEMENT
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Hernowo Yulianto mengatakan, muncikari mengumpulkan PSK dari berbagai daerah lewat media sosial. PSK tersebut dijual dengan harga beragam.
“Untuk harganya, melihat postur dan wajahnya, kalau perawan Rp 8 jutaan. Kalau nggak perawan beda lagi,” kata Hernowo di Mapolda Riau, Batam, Rabu (27/2).
Salah satu kasus yang melibatkan banyak PSK diungkap polisi pada pertengahan Februari 2019.
Hernowo menyebut, PSK harus mengirim foto sebagai syarat untuk bergabung dalam grup muncikari.
“Setelah masuk, pelaku meminta foto bugil PSK untuk dicarikan pelanggaan. Korban umumnya berdomisili di luar Batam,” ujar Hernowo.
Menurut Hernowo, muncikari akan mengantarkan langsung PSK yang sudah dipesan meski berada di luar daerah Kota Batam. Transaksi umumnya dilakukan lewat transfer bank.
ADVERTISEMENT
“Transaksinya, si muncikari komunikasi dengan korban menentukan tempat tinggalnya. Kalau pelanggan di luar Batam, maka akan diantar secara langsung,” kata Hernowo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan