• 2

PSI: Jokowi Tak Ajak Pendukungnya Berkelahi, Jangan Dipelintir

PSI: Jokowi Tak Ajak Pendukungnya Berkelahi, Jangan Dipelintir


Sekjen PSI Raja Juli Anthoni

Sekjen PSI Raja Juli Anthoni (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat pertemuan dengan relawan Jokowi di SICC, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8).
Menurut Raja, pidato Jokowi di hadapan para relawannya sengaja dipotong dan dipelintir oleh para lawan politiknya yang tersebar di media massa. Menurut Raja, pernyataan yang ditampilkan seolah-olah Jokowi memprovokasi agar terjadi benturan di akar rumput.
"Bila dibaca dengan seksama pernyataan Pak Jokowi sebagai berikut: 'Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani, tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut'," papar Raja menirukan kembali pidato Jokowi dalam keterangannya, Minggu (5/8).
Pernyataan Jokowi tersebut, kata Raja, justru menegaskan agar relawan Jokowi dalam kampanye jangan saling mencela dan menjelekkan.
"Ini adalah kombinasi antara fitnah kejam, interpretasi yang serampangan dan moralitas yang rendah dari lawan politik. Pak Jokowi juga melarang para pendukungnya untuk tidak mengambil inisiatif melakukan tindak kekerasan dalam bentuk apa pun," lanjut Raja.
Namun sebagai bentuk mempertahankan diri, Raja mengatakan, bila ada yang melakukan kekerasan, pendukung Jokowi harus berani melawan. "Tapi, sekali lagi, sifatnya defensif bukan offensif," tegasnya.
"Jadi tidak benar Pak Jokowi menganjurkan pendukungnya untuk berkelahi dengan pendukung lain. Sekali lagi, di tahun politik ini, jangan main fitnah dengan memelintir pernyataan yang membuat gaduh masyarakat," tutup Raja.
Sebelumnya, di hadapan ribuan pendukungnya, Jokowi meminta para relawan untuk berkampanye secara sehat, santun serta tidak mengobarkan permusuhan ke sesama warga. Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar situasi politik menjadi teduh dan tidak penuh gejolak.
"Lakukan kampanye yang simpatik. Tunjukkan diri kita relawan yang bersahabat dengan semua golongan. Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani," kata Jokowi.

NewsPolitikJokowiPSI

presentation
500

Baca Lainnya