Pencarian populer

PT Pembangunan Jaya Ancol Rombak Jajaran Direksi

Selain wahana baru, ada pula pertunjukan seru di setiap unit rekreasi Ancol Foto: Ancol Taman Impian
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memutuskan perubahan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Putri Duyung Resort, Jakarta Utara, Kamis (20/6). PT Pembangunan Jaya Ancol memutuskan mengangkat Teuku Sahir Syahali menjadi Direktur Utama, menggantikan C. Paul Tehusijarana yang masa jabatannya berakhir.
ADVERTISEMENT
Selain itu, RUPST juga mengangkat dua direktur baru dalam rangka memperkuat jajaran manajemen yaitu Hari Sundjojo dan Febby Intan. Keduanya mengisi kekosongan yang ditinggal C Paul Tehusijarana dan Daniel Nainggolan yang juga masa jabatannya berakhir.
Pihak manajemen berharap, meskipun ada perubahan puncak kepemimpinan di Ancol, seluruh karyawan tetap bekerja dengan baik. Dirut Utama yang baru saja diangkat, Teuku Sahir Syahali mengatakan orang-orang yang diangkat sudah berkompeten.
"Kami berharap ke depan manajemen semakin solid dan kompak. Karena kami mempunyai rencana strategis ke depan yang harus dikelola oleh orang-orang yang kompeten. Seperti rencana layanan berbasis digital. Nanti akan ada Digi Ancol, Ancol Aps, penerapan cashless untuk mempermudah konsumen," ungkap Sahir dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6).
Sejumlah wisatawan berlibur di Pantai Ancol, Jakarta, Jumat (7/6). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Dia mengungkapkan, ke depan akan banyak inovasi yang dikembangkan Perseroan baik dari segmen rekreasi maupun properti. Saat ini, katanya, segmen rekreasi masih mendominasi pendapatan hingga 90 persen.
ADVERTISEMENT
“Pendapatan di 2018 sebesar Rp 1,3 triliun, itu 90 persennya diperoleh dari rekreasi. Ke depan kami berharap nanti saatnya properti akan booming dan ambil porsi lebih. Bisa 40:60 persen,” tambahnya.
Sahir menjelaskan, saat ini belanja investasi 2019 sekitar Rp 800 miliar akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur di segmen rekreasi. Seperti pengembangan wahana baru dan perluasan kawasan pantai, pembangunan kolam renang dan restoran serta investasi layanan digital. Sementara untuk inovasi properti dalam tahap desain.
“Kita sudah realisasikan capex sekitar Rp 500 - Rp 600 miliar. Kita punya net cash cukup besar. Untuk obligasi kita punya PUB tahun ini sebesar Rp 1 triliun," ujar Sahir.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81