kumparan
14 Jan 2019 18:25 WIB

Puing-puing Sempat Halangi Sinyal CVR Lion Air JT-610

Kapushidrosal Harjo Susmoro pada acara penyerahan CVR Lion Air dari TNI-AL kepada KNKT di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/1/2019). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Cockpit Voice Recorder (CVR Lion Air JT-610 akhirnya bisa ditemukan dan diangkat ke daratan. Butuh upaya khusus untuk menemukan CVR karena sinyal terhalang piung-puing di dasar laut.
ADVERTISEMENT
"(Sinyal) Ping terhalang dengan puing-puing. Setelah disingkirkan ketemu," kata Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro di JICT Tanjung Priok, Senin (14/1).
Harjo menuturkan, kali ini armada yang diterjunkan untuk membantu mencari CVR, yakni KRI Spica. Semua pendeteksi bawah laut diturunkan untuk melihat kondisi terkini lokasi pencarian.
"Sebelumnya KNKT sudah lokalisir 5x5 meter kemungkinan di situ ada CVR kita fokus di situ. Ada puing-puing kita singkirkan," ucap Harjo.
Penyerahan CVR Lion Air dari TNI-AL kepada KNKT di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/1/2019). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Saat pencarian tersebut, tim terlebih dahulu menemukan akselerometer dari CVR. Harjo mengatakan tim gabungan mencari CVR tidak jauh dari titik ditemukannya akselerometer tersebut.
"Kita berasuransi CVR tidak jauh. Kita fokus lagi angkat puing kita semprot lumpur ketebalan ketebalan lebih dari 30 cm dia di bawah lumpur," ujar Harjo.
ADVERTISEMENT
"Karena kesungguhan penyelam dengan risiko yang tinggi kedalaman lebih dari 30 meter kita dapat gambaran posisi yang hampir pasti. Pukul 08.40 (WIB) sudah bisa ditemukan CVR, yang di depan rekan-rekan semua," pungkasnya.
Sebelumnya, CVR ditemukan oleh tim penyelam dari Dislambair dan Kopaska Koarmada I TNI AL pda pukul 08.40 WIB dan tertimbun lumpur 8 meter. CVR terletak tidak jauh dari titik jatuhnya Lion Air JT-610 dan masih dalam radius 10 meter dari lokasi penemuan FDR.
Lion Air Jatuh (Foto: Basith Subastian/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan