kumparan
15 Apr 2019 15:34 WIB

Punya NIK, 703 Pasien Gangguan Jiwa di Jaktim Bisa Mencoblos

Petugas Panti Bina Laras 2 menjelaskan kepada warga binaannya tentang alur pencoblosan Pemilu 2019. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Panti Sosial Bina Laras 2, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur tidak abai terhadap warga binaannya dalam mengikuti proses pemilu 2019 ini. Panti yang mengurus orang dengan gangguan jiwa ini telah melakukan 3 kali sosialisasi bersama dengan KPU.
ADVERTISEMENT
Dirasa kurang, Panti Bina Laras bahkan menggelar skema pencoblosan tanggal 17 April besok. Pasalnya, mereka menyadari, warga binaan masih memiliki daya ingat yang rendah. Sedikitnya, ada 703 pasien gangguan jiwa dan sudah memiliki NIK yang akan mencoblos saat Pilpres 2019.
“Kadang-kadang daya ingat mereka yang tidak lekang. Kalau kita mungkin dikasih sosialisasi pertama sudah langsung ingat, oh begini, lihat orang saja sudah langsung,” kata Tuti Sulistianingsih, kepala Panti Bina Laras 2, ketika ditemui kantornya, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur (15/4).
Petugas Panti Bina Laras 2 menjelaskan kepada warga binaannya tentang alur pencoblosan Pemilu 2019. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Sebetulnya, sosialisasi telah dilakukan oleh KPU dari tingkat kota, tingkat provinsi, dan dari relawan lintas disabilitas yang didampingi oleh KPU. Kegiatan hari ini, dilakukan agar proses pencoblosan besok tidak terkendala.
“Kita hanya mengarahkan, dan menuntun dia ke bilik. Pencoblosan sudah diberi pelatihan oleh KPU, masalah dia paham atau tidak kita tidak bisa menjamin. Yang jelas kita mengarahkan, setelah makan pagi, mereka harus di mana posisinya. Lalu kita tuntun lagi mereka kembali,” kata Tuti.
Tuti Sulistianingsih, Kepala Panti Bina Laras 2. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Tuti merencanakan, warga binaan akan mulai mencoblos pada pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, mereka akan sarapan pada pukul 05.30 WIB, dan minum obat pada pukul 06.30 WIB. Usai minum obat, mereka akan diarahkan untuk duduk di 5 TPS yang berlokasi di dalam panti.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, jumlah warga binaan yang akan mencoblos berjumlah 703 orang dari 1.584 warga binaan. Rinciannya, 172 orang telah diberi form A5, karena mereka naik kelas ke Panti Bina Laras 3, 262 orang mencoblos bersama keluarga, 380 orang merupakan DPK (Daftar Pemilih Khusus), dan 67 orang mencoblos di luar panti.
“Untuk tahun ini, mereka semua mencoblos. Karena telah dilengkapi dengan NIK. Jika pada pilkada tahun lalu ada rekomendasi dari psikiater, tahun ini semua yang memiliki NIK bisa mencoblos,” tutup Tuti.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan