Pencarian populer

PVMBG Kirim Tim ke Sentani Selidiki Peristiwa Banjir Bandang Sentani

Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto (Dua dari kiri). Foto: Okky Ardiansyah/kumparan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bakal mengirim tim ke lokasi banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura. Tim bertugas menganalisa penyebab bencana yang menewaskan 58 jiwa itu.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto, tim tak cuma mengidentifikasi faktor-faktor penyebab, tetapi juga menyusun langkah preventif. Agus mengatakan bahwa tim berisikan tiga sampai empat orang tenaga ahli.

“Kita ingin melihat kondisi sebenarnya di bagian hulunya. Dan kira-kira apa yang kita lakukan ke depannya,” ucap Agus di kantor PVMBG, Minggu (17/3/2019).

Hasil analisa tim, kata Agus, nantinya akan berguna bagi PVMBG untuk melihat ancaman bencana di wilayah tersebut. Sehingga PVMBG dapat menyusun rekomendasi sebagai bentuk pencegahan.

“Kita bisa mengetahui ancaman menerus atau berhenti dan apa yang harus kita lakukan. Jadi, rekomendasi langsung dari lapangan,” katanya.

Agus menyatakan bahwa pihaknya akan memetakan kondisi geologi setelah diterjang banjir bandang. Mulai dari perubahan lahan di hulu sampai aliran air di sekitar lereng. Karena, lanjut Agus, lokasi banjir bandang di keliling lereng-lereng curam.

"Rekomendasinya sederhana, relokasi atau tidak relokasi. Jika tidak (relokasi), apa yang akan dilakukan setelahnya untuk mencegah kejadian yang sama. Kalau relokasi mencari tempat baru di sekitar daerah itu yang jauh lebih aman," katanya.

Dengan tegas Agus menyatakan bahwa pecegahan perlu dilakukan karena wilayah Setani masuk zona merah gerakan tanah. Kondisi diperparah dengan curah hujan tinggi yang melambungkan potensi gerakan tanah.

"Kemungkinan longsor di bagian hulu. Bendungan alam tidak mampu menahan (air hingga terjadilah banjir bandang), ini masih perkiraan kami,” tutupnya.

Pada 2007, banjir bandang pernah menerjang Sentani. Saat itu, salah satu jembatan utama Sentani putus dihantam batu dan bongkahan kayu dari kaki Gunung Cycloop yang dibawa oleh arus air.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: