kumparan
25 Mar 2019 14:55 WIB

PVMBG Pasang Alat Mitigasi Bencana di Gunung Anak Krakatau

Kasbani saat memaparkan kondisi Gunung Agung, Sabtu (6/10/2018). Foto: Dok Arifin Asydhad
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Kementerian ESDM memasang alat ukur seismometer (sensor getaran) dan deformasi di Gunung Anak Krakatau. Kepala PVMBG Kasbani menyebut, pemasangan alat tersebut sudah dilakukan sejak Februari 2019 karena alat sebelumnya rusak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Desember 2018 lalu.
ADVERTISEMENT
"Kemarin tim kita, ketika kelihatan aktivitasnya sudah mulai mereda, tim kita mendarat pada Februari dan di sana melakukan pemasangan lagi peralatan seismic," kata Kasbani di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (25/3).
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (19/7). Foto: AFP PHOTO / FERDI AWED
Kasbani menyebut, pemasangan seluruh alat ukur tersebut menjadi lebih lambat karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih siaga. Namun, alat-alat itu akhirnya selesai dipasang pada bulan Maret setelah aktivitas gunung berada di level waspada.
"Artinya, secara monitoring itu relatif sudah lengkap ya, karena sudah ada deformasi, sudah ada untuk seismik dan juga kita bisa melihat visual dari pos pemantauan," jelasnya.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau sempat mencapai puncak pada 22 Desember 2018 lalu. Saat itu, Gunung Anak Krakatau meletus hebat hingga menyebabkan tsunami di Selat Sunda.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan