kumparan
20 Apr 2018 16:17 WIB

Rachmawati: Soekarno Tak Pernah Lempar Sembako untuk Rakyat

Rachmawati Soekarnoputri. (Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan)
Wakil Ketua Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri mengkritik cara Presiden RI Joko Widodo mendekatkan dirinya dengan masyarakat. Putri kandung Presiden Sukarno mencontohkan cara Jokowi membagi-bagikan sepeda, sertifikat tanah hingga sembako.
ADVERTISEMENT
"Hati nurani saya kalau tidak adil dan benar otomatis saya kritik. Misalnya bagi-bagi sepeda. Sekarang lebih lagi, naik motor ya. Bagi-bagi sertifikat tanah, lempar sembako," kata Rachmawati dalam Dialog Kebangsaan '2019 Presiden Harapan Rakyat' di Restoran Raden Bahari, Jakarta Selatan, Jumat (20/4). Pernyataan Rachmawati itu diikuti tepuk tangan dari para hadirin.
Ia mengaku miris melihat cara Jokowi membagi-bagikan sembako ke warga dengan cara dilempar. Karena menurutnya, dahulu bapaknya tidak pernah melakukan hal serupa.
Sukarno, menurut Sukmawati, dinilai selalu memberikan arahan tentang tujuan apa yang ingin dicapai bersama. "Hati saya teriris, dianggap apa rakyat dilempar-lempar (sembako/souvenir) itu. Saya berkaca kepemimpinan ayah saya, beliau tidak pernah melakukan itu," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
Rachmawati Soekarnoputri. (Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan)
Rachmawati melanjutkan kritiknya dengan menuturkan sembako-sembako yang dibagikan juga masih bersifat impor. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, tapi masih dikuasai pihak asing demi kepentingan tertentu.
Ia kembali berkaca kepada kepemimpinan bapaknya yang selalu mendahulukan kepentingan rakyatnya."Bung Karno saat itu bilang, saya lebih suka dianggap sebagai penyambung lidah. Segala kebijakannya itu selalu pro kepada rakyat, tidak sekedar sebagai pemimpin revolusi, tapi ia mendengar apa yang menjadi penderitaan rakyat," ujar Rachmawati.
Hal inilah yang menjadi harapan Rachmawati agar jangan sampai masyarakat keliru dengan pemimpin yang justru menyengsarakan masyarakatnya. Ia juga berpesan agar memilih pemimpin yang benar dan jangan sampai kecolongan kesalahan yang sama.
"Kalau kita bisa memilih hal tersebut nanti kita kecolongan lagi. Apalagi sekarang sudah mulai macam-macamlah upaya-upaya yang sangat canggih, yang menurut saya ini membodohi rakyat," tuding Rachmawati.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan