Pencarian populer

Ramai soal Kasus Meiliana, Menag Beberkan Aturan Penggunaan Toa Masjid

Menag Lukman Hakim jumpa pers sidang isbat. (Foto: Nugroho Sejati / Kumparan)

Meiliana, seorang perempuan di Tanjungbalai, Sumatera Utara, divonis 1,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Medan karena dianggap menistakan agama. Meiliana divonis karena mempermasalahkan volume azan di masjid Al-Makshum, di dekat tempat tinggalnya.

Kasus Meiliana ini kemudian menjadi viral. Banyak yang menyayangkan vonis hakim kepada Meiliana. Ketika publik tengah memperbincangan kasus ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membeberkan aturan penggunaan pengeras suara di masjid.

Dalam sebuah infografik yang diunggah Lukman di akun Twitternya, dituliskan sejumlah peraturan penggunaan pengeras suara termasuk saat waktu salat 5 waktu dan salat Jum'at.

Beberapa poin aturannya seperti pengeras suara digunakan untuk doa dengan syarat tidak meninggikan suara, mengutamakan suara yang merdu dan fasih, hingga aturan waktu penggunaan sebelum dan sesudah melaksanakan salat.

Dasar hukum yang digunakan adalah instruksi Direktorat Jenderal Bimbingan Islam Nomor KEP/D/101/1978 tentang Tuntutan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Musholla.

Berikut peraturan lengkap soal aturan penggunaan pengeras suara.

Aturan penggunaan pengeras suara di Masjid, Langgar, dan Musholla. (Foto: Dok. Kemenag)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.55