Pencarian populer

Rangkum 21 Desember 2017: Eksepsi Setnov dan Temuan 100 Kg Bahan Bom

Selamat pagi, pembaca setia kumparan. Kamu baru bangun, atau sudah bersiap menjalani aktivitas? Apapun rencanamu hari ini, jangan sampai ketinggalan isu-isu terhangat.

Tenang, kumparan siap meng-update pengetahuan kamu dengan rangkum edisi hari ini, sebelum kesibukan menyita waktumu. Siapkan camilan dan segelas teh hangat, sebagai temanmu menyimak deretan peristiwa yang terjadi pada 20 Desember 2017. Yuk, langsung aja!

1. Setya Novanto Seret Sejumlah Nama di Kasus e-KTP

Setya Novanto menghadiri sidang eksepsi. (Foto: Antara/Rosa Panggabean)

Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail, mempermasalahkan sejumlah nama yang dinilai hilang dalam surat dakwaan kasus e-KTP. Nama-nama politikus itu sempat disebut turut menerima uang e-KTP dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto. Namun dalam dakwaan Andi Narogong serta Setya Novanto, nama-nama itu tidak tercantum lagi.

Maqdir menyebut nama-nama itu antara lain Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo, Olly Dondokambey, Teguh Juwarno, Tamsil Linrung, Markus Mekeng, dan Agun Gunandjar.

Maqdir mengatakan bahwa memang dalam persidangan, beberapa pihak sudah membantah pernah menerima uang tersebut. Namun bila bantahan itu kemudian menjadi dasar hilangnya nama-nama itu, Maqdir meminta KPK untuk menjelaskannya.

2. Airlangga Hartanto Resmi Menjadi Ketua Umum Partai Golkar

Penyerahan kepemimpinan oleh Airlangga Hartarto (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Setya Novanto sudah dinonaktifkan dari jabatannya selaku Ketua Umum Partai Golkar. Menyusul kemudian, Airlangga Hartanto resmi menggantikan Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) pada 20 Desember 2017.

Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid mengatakan, Airlangga akan menjadi ketum partainya hanya sampai tahun 2019. Sebab, kata dia, Airlangga hanya menggantikan masa kepemimpinan Setya Novanto yang tinggal 2 tahun.

Airlangga diharapkan bisa memberikan perubahan dengan menarik Golkar dari Pansus Hak Angket. Ketua Pansus Hak Angket diketahui berasal dari Golkar yakni Agun Gunandjar Sudarsa.

3. Polisi Temukan 100 Kg Bahan Peledak di TPU Karang Tengah Tangsel

Ilustrasi ledakan. (Foto: Pixabay)

Tim Vipers Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan dan Unit Reskrim Polsek Pagedangan mengamankan bahan peledak potasium seberat 100 Kg yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuat petasan dan mercon. Potasium tersebut ditemukan di tempat pembuatan sampah TPU Karang Tengah, Kampung Malang, Kabupaten Tangerang pada hari Minggu (10/12) lalu.

Adapun dalam temuan tersebut polisi mendapati sebanyak 4 bungkus karung berisikan Potasium dengan berat masing-masing 25 Kg. Selain Potasium, polisi juga menemukan 4 ikat besar kertas sebagai bahan dasar pembuat petasan. Saat ini bahan peledak tersebut telah diamankan di Mako Polsek Pagedangan dengan penempatan dan pengamanan khusus

Sampai saat ini, polisi masih belum mengetahui siapa pemilik dari barang-barang tersebut. Polisi juga masih melakukan pencarian kepada pemilik bahan tersebut dengan meminta bantuan kepada tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.

4. Polisi Temukan Pabrik Narkoba dalam Apartemen di Jakarta Utara

Rilis sindikat jaringan narkotika (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

Bareskrim Polri mengungkap sindikat pembuat narkoba jenis sabu dan ekstasi yang beroperasi di Apartemen Green Lake Sunter, Jakarta Utara. Sindikat ini dianggap punya modus baru dalam peredaran narkoba.

Dari hasil penyelidikan pada Senin (18/12), tim dari Bareskrim Polri menggerebek dan mendapati AGM dengan barang bukti sabu seberat 100 gram. Selanjutnya polisi melakukan pengembangan pada Selasa (19/12), dilakukan penggerebekan kembali di lantai 6 Tower Nothern Park Apartemen Green Lake Sunter.

Setelah diinterogasi, barang bukti baru ditemukan di lantai 16 BJ. Ruang apartemen berbentuk studio itu dijadikan pabrik ekstasi. Untuk mengelabui petugas, para bandar narkoba ini memasukan ekstasi yang biasanya berbentuk pil ke kapsul obat. Selain ekstasi, juga ada sabu yang dimasukan ke dalam teh botol.

5. Izhak, Putus Kuliah dari ITB Demi Menghidupi 9 Adiknya

Izhak dan adik-adiknya. (Foto: kumparan)

Tertulis dalam surat pengunduran dirinya, bahwa Muhammad Izhak resmi mundur dari kampus ITB pada tanggal 30 Maret 2016. Alasan di balik pengunduran diri tersebut adalah kesulitan mengikuti proses akademik di ITB, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pendidikan ITB, Yuli Setyo Indartono, saat ditemui kumparan (kumparan.com) pada Rabu (20/12).

Kisahnya lebih dari itu. Izhak sebelumnya adalah mahasiswa jurusan Teknik Kimia ITB angkatan 2013 yang diterima lewat program Bidikmisi. Hidupnya berubah setelah kehilangan kedua orang tuanya. Izhak harus mengurus 9 adiknya di kampung halamannya di Polewali Mandar, berperan sebagai ibu sekaligus ayah. Selepas meninggalkan bangku kuliah, kini ia bekerja sebagai tulang punggung keluarga dengan menjual gula aren.

Dikonfirmasi terpisah, pihak ITB akan mendukung langkah Izhak untuk kembali melanjutkan kuliahnya. Jika pemuda berusia 22 tahun itu akan memilih kampus di Polewali Mandar, ITB akan memberikan bantuan administratif.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: