Pencarian populer

Ratusan Pegawai Pemerintah Demo Gedung Putih Minta Gaji Dibayar

Suasana Gedung Putih. (Foto: Reuters/Yuri Gripas)

White House atau Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (10/1), digeruduk ratusan pegawai pemerintah. Mereka hendak menuntut Presiden Donald Trump menghentikan shutdownnya pemerintah.

Karena akibat shutdown tersebut gaji mereka belum dibayarkan. Apalagi, dilansir Reuters, Jumat (11/1), sudah hari ke-20 AS mengalami shutdown.

Shutdown terjadi akibat tidak diperolehnya kesepakatan anggaran operasional negara untuk setahun ke depan. Shutdown mengancam keberlangsungan berbagai pekerjaan lembaga pemerintahan. Para pegawai pemerintah dipaksa cuti tidak berbayar karena gaji mereka tertahan di tangan Senat.

"Kami ingin gaji kami!" seru para pekerja.

"Hentikan shutdown! Bukan mogok, kami ingin bekerja," lanjut mereka.

Suasana di Depan Gedung Putih. (Foto: AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)

Para pegawai pemerintah itu melakukan demonstrasi di Gedung Putih saat AS sedang masuk musim dingin. Selain itu, saat Trump tidak ada di Gedung Putih karena sedang melakukan perjalanan ke perbatasan AS-Meksiko di McAllen, Texas.

Para demonstran juga mengangkat papan yang bertuliskan 'Trump: End the Shutdown' dan 'Bukan Mogok Kerja-Kami Ingin Kerja'.

Sebelumnya memang sebanyak 800.000 pegawai pemerintah telah diperintahkan untuk tinggal di rumah atau bekerja tanpa bayaran selama penutupan yang disebabkan oleh perselisihan antara Trump dan Demokrat di Kongres. Semua bermula karena permintaan Trump untuk $ 5,7 miliar dollar untuk membangun tembok di perbatasan AS selatan dengan Meksiko ditolak.

Suasana di Depan Gedung Putih. (Foto: AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)

Padahal dalam janji kampanye presiden tahun 2016, Trump berulang kali bersumpah bahwa Meksiko akan membayar untuk pembangunan tembok itu. Namun Trump mengatakan dia tidak akan menandatangani RUU apa pun untuk membuka kembali pemerintah yang tidak menyediakan dana untuk pembangunan.

Pekerja serikat berdemonstrasi di depan Gedung Putih, Washington DC. (Foto: NICHOLAS KAMM / AFP)

Seorang ilmuwan bernama Elaine Suriano (62) terpaksa cuti dari Badan Perlindungan Lingkungan. Bahkan ia mengatakan harus mengambil uang di tabungan pensiunnya jika shutdown terus berlanjut.

"Sudah jelas bahwa pemerintahan ini tidak memahami orang normal dan kehidupan nyata atau mereka tidak akan melakukan ini," kata Suriano.

Shutdown yang terjadi saat ini adalah yang terpanjang kedua sejak pertengahan tahun 1970. Bahkan Trump sempat mengatakan shutdown ini bisa berlanjut selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.38