kumparan
24 Okt 2018 17:16 WIB

Remaja Masjid Imbau Umat Islam Tenang Sikapi Pembakaran Bendera Tauhid

Aktivis Pemuda Mesjid Agung Al Azhar Muhammad Akbar Satrio. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)
Sekitar 7 organisasi pemuda dan remaja masjid meminta masyarakat bisa menanggapi isu pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut oleh GP Ansor dengan kepala dingin. Mereka juga berharap peristiwa itu tidak menimbulkan kegaduhan yang berlebihan di masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Kami mengimbau umat Islam tetap tenang dan tidak melakukan perilaku yang bisa mencoreng kemuliaan Islam," ujar aktivis Pemuda Masjid Agung Al Azhar, Akbar Satrio, di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Rabu (24/10).
Akbar mengaku sangat menyayangkan aksi pembakaran bendera oleh oknum GP Ansor tersebut. Ia juga berharap pelaku bisa diproses sesuai dengan hukum meski pelaku sudah meminta maaf.
"Ketika pihak atau oknum yang melakukan hal menista tersebut (sudah meminta maaf), kita tentu sebagai umat muslim wajib untuk memaafkan tapi ketentuan hukum harus tetap dijalankan,” ujar Satrio.
Dalam acara tersebut, turut hadir perwakilan dari sejumlah organisasi remaja masjid seperti Perhimbunan Remaja Mesjid DMI (Prima DMI), ISYEF, AYLI Indonesia, YISC Masjid Al Azhar, YISC Masjid Sunda Kelapa, YISC Masjid Cut Meutia, dan Prisma Masjid Al Amin.
ADVERTISEMENT
Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid tersebut terjadi di Kabupaten Garut saat perayaan Hari Santri Nasional. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan