Ricuh di Kantor DPRD Jabar, Sejumlah Petugas dan Mahasiswa Terluka

Mahasiswa berbagai universitas di Bandung tetap bertahan di depan Kantor DPRD. Aksi yang digelar sejak siang itu masih berlangsung hingga selepas Magrib pada Senin (23/9).
Terdengar gema 'Revolusi' yang diucapkan oleh mahasiswa. Sebelum Magrib, tensi aksi sempat memanas dan pagar dijebol oleh massa yang merangsek masuk.
Selepas azan Magrib atau sekitar pukul 18.00 WIB, massa kembali melanjutkan aksinya. Mereka berkumpul membuat barikade sambil bergandengan tangan satu dan lainnya. Sementara tepat di pagar, polisi melakukan penjagaan dengan ketat.
"Dua langkah revolusi," kata orator yang diikuti langkah ke depan mendekati gedung.
"Satu langkah revolusi," tambah dia semakin mendekati pagar.
Setelah komando tersebut, mahasiswa segera melewati pagar dan bentrok dengan kepolisian yang berjaga. Batu dan botol berterbangan dilemparkan oleh massa aksi. Di sela bentrokan, petugas sempat menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan massa dan keadaan semakin ricuh.
Batu dan barang-barang lainnya masih berterbangan. Sementara, beberapa mahasiswa dan petugas kepolisian yang terluka karena bentrokan dibawa oleh beberapa orang ke dalam gedung untuk diberi penanganan. Kondisi mulai mereda sekitar pukul 18.30 WIB.

