kumparan
14 Sep 2019 6:21 WIB

Rincian Kekayaan 5 Pimpinan KPK Pilihan DPR

Lima pimpinan KPK periode 2019-2023. Foto: Nugroho Sejati/kumparan, Fanny Kusumawardhani/kumparan, Irfan Adi Saputra/kumparan, Antara Foto/Aditya Pradana Putra
Komisi III DPR memilih lima orang untuk menjadi punggawa KPK di periode 2019-2023. Kelimanya adalah Irjen Pol Firli Bahuri sebagai ketua dan sebagai wakil adalah Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, serta Nurul Gufron.
ADVERTISEMENT
Kelimanya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Firli merupakan polisi, Alex petahana wakil ketua KPK, Lili advokat dan mantan komisioner LPSK, Nawawi hakim, dan Nurul akademisi.
Dengan berbagai latar belakang itu, mereka pun memiliki kekayaan yang beragam. Berikut rincian harta kekayaan lima pimpinan KPK periode 2019-2023 berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN):
Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan capim KPK di Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis (12/9). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
1. Firli Bahuri (pelaporan 29 Maret 2019)
- Delapan tanah dan bangunan senilai Rp 10.443.500.000, yakni:
a. Tanah dan bangunan seluas 317 m2/184 m2 di Bekasi
b. Tanah seluas 300 m2 di Kota Bandar Lampung
c. Tanah seluas 300 m2 di Kota Bandar Lampung
d. Tanah seluas 300 m2 di Kota Bandar Lampung
e. Tanah seluas 300 m2 di Kota Bandar Lampung
ADVERTISEMENT
f. Tanah dan bangunan seluas 250 m2/87 m2 di Bekasi
g. Tanah dan bangunan seluas 612 m2/342 m2 di Bekasi
h. Tanah dan bangunan seluas 120 m2/360 m2 di Bekasi
- Lima kendaraan bermotor senilai Rp 632.500.000, yakni:
a. Motor Honda Vario
b. Mobil Corolla Altis
c. Mobil Toyota LC Rado
d. Mobil KIA Sportage
e. Motor Yamaha N-Max
- Kas dan setara kas: Rp 7.150.424.386
- Total harta: Rp 18.226.424.386
Catatan:
Dari laman KPK, Firli tiga kali tercatat melaporkan harta kekayaannya. Yakni selaku Wakapolres Lampung Tengah (2002), Kapolda NTB (2017), dan Deputi Penindakan KPK (2018).
Calon Pimpinan KPK, Alexander Marwata mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis (12/9). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
2. Alexander Marwata (pelaporan 27 Februari 2019)
Dua tanah dan bangunan senilai Rp 3.044.036.000 yakni:
ADVERTISEMENT
a. Tanah dan bangunan seluas 243 m2/180 m2 di Tangerang Selatan
b. Tanah dan bangunan seluas 650 m2/200 m2 di Kota Tangerang Selatan
- Lima Kendaraan bermotor senilai Rp 414.500.000 yakni:
a. Sepeda Ontel Sport
b. Motor Honda Kirana
c. Mobil Toyota Rush
d. Motor Honda Beat
e. Mobil Chevrolet Captiva
- Harta bergerak lainnya senilai Rp 172.550.000
- Surat berharga: Rp 540.397.576
- Kas dan setara kas: Rp 796.661.711
- Utang: Rp 1.000.000.000
- Total harta: Rp 3.968.145.287
Catatan:
Dalam laman KPK, Alex tercatat sudah 6 kali melaporkan LHKPN. Mulai dari pelaporan saat menjadi Ahli Muda pada Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BPKP (2006), Auditor Muda pada Deputi Investigasi BPKP (2011), hakim ad hoc tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (2015), dan tiga kali melapor sebagai Wakil Ketua KPK.
Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar, menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (11/9). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
3. Lili Pintauli Siregar (pelaporan 31 Maret 2019)
ADVERTISEMENT
- Dua tanah dan bangunan senilai Rp 420.000.000 yakni:
a. Tanah dan bangunan seluas 90 m2/46 m2 di Tangerang Selatan
b. Tanah dan bangunan seluas 189 m2/36 m2 di Deli Serdang
- Alat Transportasi senilai Rp 356.000.000
a. Satu motor Honda Tahun 2009 senilai Rp 6.000.000
b. Satu mobil Toyota Fortuner VRZ Tahun 2016 Rp 350.000.000
- Kas dan setara kas: Rp 5.000.000
- Total harta: Rp 781.000.000
Catatan:
Dalam laporan sebelumnya dari situs KPK, tercatat bahwa Lili terakhir melapor LHKPN pada 28 Maret 2018. Ketika itu, Lili tercatat mempunyai total harta Rp 70.532.899. Namun, ketika itu, laporannya tercatat dengan status 'belum lengkap' dalam situs KPK.
Lili pun sempat dikonfirmasi soal hartanya yang disebut Rp 70 juta itu dalam fit and proper test Komisi III DPR. Ia mengklarifikasi bahwa hartanya sekitar Rp 700 juta.
ADVERTISEMENT
"Berkaitan dengan uang ini, kurang angka 0-nya karena nilainya Rp 700 juta. Sudah saya daftarkan kembali karena saya revisi apa mungkin belum terkoreksi kembali," kata Lili di gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Kumparan mengakses kembali LHKPN Lili di situs KPK. Ditemukan bahwa ada ada laporan terakhir Lili tertanggal 31 Maret 2019. LHKPN yang tercatat laporan khusus akhir jabatan itu sudah dinyatakan lengkap oleh KPK pada 4 September 2019.
Sehingga dengan demikian, total Lili sudah 3 kali melapor LHKPN ke KPK.
Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (11/9). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
4. Nawawi Pomolango (pelaporan 26 Maret 2019)
- Tiga tanah dan bangunan senilai Rp 1.250.000.000 yakni:
a. Tanah dan bangunan seluas 120 m2/40 m2 di Bolaang Mongondow
b. Tanah dan bangunan seluas 80 m2/25 m2 di Bolaang Mongondow
ADVERTISEMENT
c. Tanah seluas 1200 m2 di Bolaang Mongondow
- Satu mobil Toyota Innova senilai Rp 300.000.000
- Harta bergerak lainnya: Rp 28.800.000
- Kas dan setara kas: Rp 303.000.000
- Harta lainnya: Rp 12.000.000
- Total harta: Rp 1.893.800.000
Catatan:
Dalam laman KPK, Nawawi tercatat lima kali melaporkan harta kekayaannya. Yakni sebagai hakim PN Balikpapan (2002), hakim PN Makassar (2008), Ketua PN Poso (2011), Ketua PN Jakarta Timur (2016), dan hakim PT Denpasar (2018).
Calon pimpinan KPK Nurul Ghufron menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (11/9/2019) malam. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
5. Nurul Ghufron (pelaporan 23 April 2018)
- Tiga tanah dan bangunan senilai Rp 1.165.000.000 yakni:
a. Tanah dan bangunan seluas 262 m2/250 m2 di Jember
b. Tanah seluas 630 m2 di Jember
c. Tanah dan bangunan seluas 105 m2/105 m2 di Jember
ADVERTISEMENT
- Dua kendaraan bermotor senilai Rp 161.000.000, yakni:
a. Mobil Suzuki Ertiga
b. Motor Beat F1
- Harta bergerak lainnya: Rp 127.977.500
- Kas dan setara kas: Rp 629.799.749
- Utang: Rp 251.000.000
- Total harta: Rp 1.832.777.249
Catatan:
Dalam laman KPK, Nurul Ghufron dua kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Kedua pelaporan tahun 2015 dan 2017 itu terkait jabatan dia sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·