Pencarian populer

Risma yang Tetap Semangat Bekerja Meski di Kursi Roda

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini beserta jajaran saat inspeksi proyek pembuatan Rumah Pompa Pethekan di Jalan Kalimas Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Bagi Walikota Surabaya Tri Rismaharini, sakit bukanlah penghalang untuk melakukan aktivitas. Selama masih bisa bergerak, dia tetap menjalankan tugasnya sebagai walikota meski harus mondar-mandir untuk memantau lapangan.

Sudah lebih dari 2 pekan Risma mengalami cedera di bagian kaki. Penyebabnya, politikus PDIP itu keseleo saat sedang meninjau Jl HR Muhammad.

Dia lantas memeriksakan diri ke dokter dan dilakukan tes MRI. Hasilnya, ditemukan semacam luka sobek di kedua kakinya sepanjang 6 dan 7 mm.

Dari atas kursi roda pergerakannya tetap gesit, perintahnya tegas dan detil. Dengan baju putih dan kerudung hitam, Sabtu (29/12), Risma melakukan inspeksi mendadak di proyek pembuatan Rumah Pompa Pethekan yang terletak di Jalan Kalimas Surabaya. Dia ditemani jajara Dinas PU serta Bina Marga dan Pematusan.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini beserta jajaran saat inspeksi proyek pembuatan Rumah Pompa Pethekan di Jalan Kalimas Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Dia tak ingin kecolongan timbulnya genangan air menjelang musim hujan. Salah satu genangan disebabkan juga oleh naiknya pasang air laut dan membawa rob ke daratan hingga permukiman warga Surabaya Utara.

Risma menjelaskan, dibuatnya rumah pompa baru di lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Beberapa kali terakhir, warga sekitar mengeluhkan bahwa saat tidak ada hujan turun, namun Tiba-tiba air skala besar menggenangi kawasan permukiman warga di beberapa titik di Surabaya Utara, seperti di Kalisari, Kalimas serta Kalisosok.

"Tiba-tiba nggak ada apa-apa kok banjir banjar. Itu asalnya dari rob, kemudian air laut pasang kemudian masuk saluran kota, terus keluar meski tidak hujan," terang Risma yang hadir dengan menaiki kursi roda didampingi ajudannya.

Permasalahan kedua, lanjut Risma, ketinggian air laut setiap tahun naik cukup signifikan dikarenakan dampak pemanasan global yang takterhidarkan. "Kalau ada pompa maka bisa kita kendalikan permukaan air sungai dari laut," ujar Risma.

Alasan ketiga, lanjut Risma, rumah pompa juga akan sekaligus dimanfaatkan sebagai spot wisata bagi kalangan muda dan masyarakat lainnya bersama keluarga. "kita buat pariwisata jadi bisa menjaga elevasi laut. Wisata dan pengendalian banjir. Suatu saat bisa sumber air baru sehingga tidak terkontaminasi air laut," urainya.

Suasana proyek pembuatan Rumah Pompa Pethekan di Jalan Kalimas Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Menurut Risma, pengerjaan proyek ini hanya memakan waktu satu tahun. Pengerjaan diperkirakan akan selesai pada penghujung Desember 2018. Proyek ini sedianya juga sempat mengalami pergeseran lokasi. Namun, lantaran pemberian kerjasama dengan Pelindo, Pemkot Surabaya diizinkan untuk mengelola sisi utara Kalimas.

"Rencana tadinya di selatan Pethekan tapi PT Pelindo menyarankan di Kalimas sisi utara. Kemudian kita pasang pompa. Posisi di sini kita dibolehkan Pelindo. Kita tinggal rumah bangunan atas dan pompa," tandas Risma.

Risma mengungkapkan, pengerjaan rumah pompa ini dibuka melalui lelang. Awalnya dilelang dalam harga Rp 42 M. "Setelah dilelang realisasi hanya habis total sekira Rp 11 M. Insya Allah ini selesai tahun ini. Bisa jadi lokasi wisata. Kalau air pasang kita tutup," tandas Risma.

Suasana proyek pembuatan Rumah Pompa Pethekan di Jalan Kalimas Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Walikota perempuan pertama Surabaya ini mengungkapkan, Rumah Pompa nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai pintu air yang mengalir dari laut ke sungai. Jadi pintu air ini dapat mengatur debit air dari laut yang akan masuk ke wilayah sehingga mencegah masuknya rob atau pasang. Meski demikian Rumah Pompa Pethekan akan desain secara khusus dari rumah pompa lainnnya.

"Desainnya beda dengan yang lainnya. Kita akan diskusikan juga dengan orang ahli pengairan atau drainase. Kita hanya menyampaikan," Risma.

"Ini (rumah pompa) ini sudah menyelamatkan kota. Kita evaluasi rumah pompa. Kalau efektif. Kita bisa senjaga air permukaan. Jadi bisa pompa menstabilkan permukaan air sungai," ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23