kumparan
24 Agu 2019 12:39 WIB

Rizieq: Rezim Ini Minta Saudi Cekal Saya sampai Pelantikan Presiden

Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Rizieq Shihab saat melakukan pertemuan dengan Komisi III DPR. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Front Pembela Islam (FPI) merayakan milad ke-21 di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara. Dalam acara tersebut Imam Besar FPI Rizieq Syihab yang kini masih berada di Makkah, Arab Saudi menyampaikan sambutan melalui rekaman suara.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, Rizieq mengatakan sudah setahun pemerintah Indonesia mencegahnya pulang ke Tanah Air. Rizieq bahkan menyebut pemerintah telah meminta kerajaan Arab Saudi untuk melarangnya pulang hingga pelantikan Jokowi-Ma’ruf pada Oktober nanti selesai.
“Akibat permainan intelijen busuk pemerintah Indonesia tersebut maka status saya kini menjadi overstay karena masa berlaku visa habis akibat pencekalan sejak setahun lebih tersebut. Bahkan saat ini rezim zalim Indonesia masih meminta pada kerajaan Saudi Arabia agar mencekal saya hingga pelantikan presiden ilegal pada Oktober 2019 yang akan datang,” kata Rizieq dalam rekaman suara yang didengarkan pada acara tersebut.
“Ya, saya sebut presiden yang akan datang, yang akan dilantik pada bulan Oktober tahun 2019 adalah presiden ilegal karena hasil pilpres curang dan zalim,” tambah Rizieq.
ADVERTISEMENT
Lebih jauh, Rizieq mengatakan pemerintah menyiapkan kasus rekayasa untuk dirinya. Baik yang sudah berjalan atau pun kasus baru. Hal itu dilakukan agar bisa menangkapnya saat kembali ke Tanah Air.
“Mereka akan balas dendam atas lengser dan longsornya si penista agama yang didorong rezim zalim saat Pilkada 2017,” kata Rizieq.
Suasana acara Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Rizieq mengatakan pemerintah Arab Saudi mengikuti keinginan Indonesia hanya untuk menjaga hubungan bilateral. Ia mengatakan pencekalan terhadap dirinya oleh kerajaan Arab Saudi bukan karena pelanggaran peraturan melainkan faktor keamanan.
Itu pula sebabnya selama 2,5 tahun saya dan keluarga di Makkah, kerajaan Saudi tidak pernah mengganggu saya dan keluarga. Walau pun setahun terakhir status saya sudah dicekal dan overstay. Alhamdulillah,” kata Rizieq.
ADVERTISEMENT
Maka itu, selama di Makkah ia merasa nyaman dan aman. Bahkan ia menganggap hijrahnya ke Makkah sebagai anugerah.
“Sehingga hijrah kami ke Makkah bukan kesusahan atau kesulitan apalagi penderitaan. Melainkan merupakan anugerah kebahagiaan yang penuh kenikmatan,” kata Rizieq.
Meski begitu Rizieq ingin tetap kembali ke Indonesia. Namun, ia menegaskan tidak akan meminta kepada pemerintah untuk memulangkannya atau meminta mencabut pencekalan dirinya.
Suasana acara Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
“Saya hanya menuntut hak kebebasan saya sebagai Warga Negara Indonesia dan sebagai manusia tidak boleh diganggu siapapun. Termasuk rezim saat ini. Tidak ada yang punya hak untuk melanggar HAM saya dan keluarga,” kata Rizieq.
Acara milad FPI dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain itu juga jajaran pengurus FPI, tokoh GNPF Ulama dan tokoh PA 212.
ADVERTISEMENT
Acara diisi dengan salat tahajud dan Subuh berjamaah, istigasah, zikir dan selawat. Selain itu juga ada pentas seni budaya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan