Pencarian populer

Rocky Gerung: Saya Juga Dibohongi Ratna Sarumpaet

Rocky Gerung. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Akademisi Rocky Gerung ikut menerima foto lebam milik tersangka penyebaran berita bohong (hoaks) kasus penganiayaan, Ratna Sarumpaet. Ia mengaku menerima foto itu langsung dari Ratna melalui aplikasi pesan WhatsApp.
ADVERTISEMENT
"Menerima empat foto. Saya menerima itu jelas dari WA (WhatsApp) Bu Ratna Sarumpaet, saya menerima tanggal 1 Oktober setelah mendarat di Jakarta," kata Rocky usai bersaksi dalam kasus Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).
Meski ikut menerima, Rocky menegaskan tidak ikut menyebarkan kembali foto tersebut kepada tokoh lain ataupun masyarakat. Rocky hanya memberikan tanggapan di akun media sosial Twitter-nya.
"Saya respons di Twitter, saya bilang tercengang dengan gambar itu. Foto itu tidak saya delete, tapi ketika Bu Ratna mengaku itu bohong, maka saya delete, begitu kan prosedurnya, kemudian saya di-bully, ya sudah, kan saya juga merasa dibohongi," ucap Rocky.
Ratna Sarumpaet. (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)
Rocky tak ambil pusing mengenai hujatan masyarakat di media sosial yang menudingnya ikut menyebarkan hoaks. Rocky bahkan menyebut dirinya juga sebagai korban hoaks Ratna.
ADVERTISEMENT
"Jadi saya dibilang penyebar hoaks, tidak, itu bukan hoaks. Hoaks itu disebut hoaks setelah Ratna melakukan konpers (konferensi pers), kan begitu logikanya. Kan saya juga dibohongi. Silakan kalau masih ada yang bully saya, namanya dungu, kan," beber Rocky.
"Ya, karena saya berteman (dengan Ratna) dalam urusan demokrasi. Tapi, untuk peristiwa itu (hoaks penganiayaan) saya tidak tahu, karena saya ada di Gunung Elbrus, Rusia," tutupnya.
Kasus ini berawal saat Ratna mengaku kepada para kerabatnya diserang di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Namun setelah polisi menyelidiki kasus ini, babak belur di wajah Ratna rupanya bukan akibat penganiayaan, melainkan efek menjalani operasi sedot lemak pipi di RS Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
Dalam konferensi pers, Ratna pun mengakui hal tersebut dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ratna lalu ditetapkan sebagai tersangka penyebaran hoaks dan ditahan di Polda Metro Jaya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80